SEMARANG- Tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknologi finansial (fintech) peer to peer (P2P) lending makin meningkat. Hal tersebut memberi dampak positif,terhadap pertumbuhan bisni tersebut. Mulai dari peningkatan jumlah pinjaman, hingga bertambahnya jumlah lander atau investor dalam menginvestasikan uang mereka. Tidak terkecuali di Jateng.

Hal tersebut disampaikan Chef Credit Officer and CoFounder Akseleran, Christopher Gultom disela business gathering Radio Idola di Star Hotel Semarang, Jumat (23/11). “Per 31 Oktober 2018, sudah ada sekitar 234 pemberi pinjaman atau lander, dengan total nilai investasi sebesar Rp3,9 miliar dari Jawa Tengah dan sebagian besar kontribusinya berasal dari Kota Semarang. Pertumbuhan ini jelas turut berdampak kepada rata-rata pertumbuhan Akseleran secara nasional yang tiap bulannya tumbuh sebesar 10persen hingga 20 persen,” paparnya.

Dari pertumbuhan Akseleran selama setahun terakhir ini, pihaknya optimistis dapat menyalurkan total pinjaman di Jawa Tengah sebesar Rp25 miliar di akhir tahun 2019. Meski angka tersebut terbilang kecil, jika dibandingkan dengan target nasiona yang mencapai angka Rp 1 triliun, namun jika dibandingkan khusus Jateng, nilai tersebut sudah bertambah hingga empat kali lipat.

“Di Jateng, selama satu tahun terakhir atau hingga akhir Oktober 2018, Akseleran telah menyalurkan total pinjaman sebesar Rp 6 miliar kepada 12 pinjaman. Target kita pada 2019, bisa mencapai Rp 25 miliar. Ini berarti Jateng cukup prospek, karena ada pertumbuhan hingga 4-5 kali lipat,” tambahnya.

Head of Public & Government Relation Akseleran, Rimba Laut menambahkan, total penyaluran pinjaman secara nasional pada 2018, mencapai Rp 173 miliar kepada 360 pinjaman dengan jumlah pemberi pinjaman (lander) sebanyak 80 ribu orang. “Hingga pertengahan November ini,kita telah merealisasikan total pinjaman sebesar 86 persen dari target akhir tahun 2018, sebesar Rp 200 miliar. Sementara target nasional pada 2019, kita patok di angka Rp 1 trilun,” tandasnya.

Pihaknya optimis bisnis fintech akan terus berkembang kedepan.  Terlebih tingkat pemahaman masyarakat terhadap fintech ini terus meningkat, seiring edukasi yang masif bahwa peminjaman dana secara online aman, mudah dan menguntungkan.

“Kami juga mencatat dalam tiga bulan terakhir pengunduh aplikasi Akseleran melalui mobile apps mencapai 60 ribu penginstal. Pertumbuhan positif yang dicapai Akseleran ini, juga tidak lepas dari strategi yang kita terapkan dalam pemberian pinjaman. Berbeda dengan P2P Lending lain, dengan pinjaman online mikro Rp 2 juta atau Rp 3 juta. Kita khusus usaha dengan beberapa ketentuan, misalnya sudah berjalan minimal 1 tahun, dengan minimal pinjaman Rp 75 juta untuk pemijam di luar Jabar, dengan maksimal Rp 2 miliar,” tandasnya.

Ditegaskan, pemberian pinjaman tersebut difokuskan untuk pinjaman produktif bukan konsumtif, dengan sasaran para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang sulit mengakses pembiayaan melalui lembaga jasa keuangan konvensional. rix

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *