SEMARANG – Perkara gugatan masalah lelang proyek pelebaran gerbang tol Banyumanik ruas Semarang-Solo Tahun 2018 oleh panitia lelang PT Trans Marga Jateng (TMJ) telah diputus pengadilan. Gugatan diajukan PT Reka Esti Utama diwakili Direktur Umumnya, Arif Effendi melawan Panitia Pengadaan, Direktur Utama PT TMJ serta Direktur Utama PT Chimarder 777, pemenang lelang. Gugatan terdaftar nomor 110/pdtg/2018/pn.smg.

Heru Satriawan, Panitera Pengganti yang menangani perkara mengungkapkan, hasil diputus oleh majelis hakim pemeriksa pada Selasa (13/11) lalu. “Oleh majelis hakim terdiri Noer Ali selaku ketua, Wismonoto dan Aloysius Priharnoto Bayuaji sebagai anggota,” kata Heru, Jumat (23/11).

Dalam amar putusannya, terkait eksepsi. Menyatakan eksepsi yang diajukan oleh Tergugat I, Tergugat II dan Turut Tergugat I tidak dapat di terima. Dalam provisi, menyatakan menolak Provesi Penggugat. “Dalam pokok perkara. Dalam konvensi. Menyatakan menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya. Dalam rekonvensi. Menyatakan gugatan para penggugat rekonvensi/Tergugat I dan Tergugat II konpensi tidak dapat diterima,” kata majelis hakim dalam putusannya.

Dalam konvensi dan rekovensi. “Menghukum penggugat konvensi /Tergugat rekonvensi untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 1.576.000,” lanjut hakim. Lelang proyek pelebaran gerbang tol  Banyumanik ruas Semarang-Solo Tahun 2018 oleh panitia lelang PT Trans Marga Jateng (TMJ) dipersoalkan ke pengadilan karena dinilai bermasalah. Selain memenangkan rekanan yang diduga tak memenuhi syarat, panitia lelang juga salah perhitungan.

Dari lelang pertama yang digelar dan diikuti peserta, sempat dibatalkan dan diulang karena penghitungan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) salah. PT Reka sebelumnya menyatakan, bersama PT Cheimerder 777 berdasar dokumen kualifikasi oleh PT TMJ melalui metode evaluasi pra kualifikasi dinyatakan lulus pada 2 Februari 2018. Prosesnya digelar pengambilan dokumen, Rapat Penjelasan (Aanwijzing) dan kunjungan lapangan di lokasi pekerjaan pada Senin 5 Februari 2018.

Berdasarkan pembukaan HPS dan sampul II dokumen penawaran harga, pada 19 Februari 2018, TMJ menyatakan HPS senilai Rp 17 miliar. PT Reka menawar  Rp 8,3 miliar, PT Chimarder Rp 12,6 miliar, sementara 2 peserta lainnya gugur. Pada 19 Februari, panitia lelang membatalkan proses pengadaan. Alasannya, perhitungan OE/HPS (Owner Estimate) terdapat kesalahan hitungan.

Penawaran ulang digelar dan saat pembukaan penawaran Kamis 22 Februari 2018, panitia menetapkan HPS menjadi Rp 16,978 miliar. PT Reka kembali menawar Rp 15 miliar, PT Chimarder Rp 13,6 miliar. Keduanya dinyatakan lolos. Dalam proses pembukaan penawaran sampul atau amplop II, PT Chimarder yang disebut tidak memenuhi syarat, namun oleh panitia dinyatakan lolos. Pada 27 Februari 2018 PT Chimaerder diumumkan menang. rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *