SEMARANG – Tim pengabdian masyarakat Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) Polines 2018, dengan dukungan dana hibah Kemenristekdikti, memfasilitasi  hilirisasi pengelolaan air bersih dan energi terbarukan di Desa Ketundan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Selama ini, warga di lereng Gunung Merbabu tersebut harus berjuang keras untuk mendapatkan air bersih, terutama di musim kemarau. Selain itu, letak rumah warga yang terpencar menjadi persoalan, terkait penerangan listrik yang jauh dari jaringan PLN.

Hal tersebut mendorong tim PPTTG Polines yang terdiri dari Dr Drs Edy Suhartono MSi, Basuki Setiyo Budi ST MT, Dr Dra Suparni Setyowati Rahayu MSi (Polines) dan Drs Djoko Adi Widodo MT (Unnes), melakukan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut.

“Potensi di daerah tersebut terutama hasil bumi, seperti bawang merah, bawang putih, bawang daun, kentang, kubis, kembang kol, sawi, wortel, lobak, kacang merah dan hasil pertanian sangat berprospek. Termasuk dari sektor peternakan. Untuk itu, kita bersama-sama melakukan pengabdian masyarakat, agar wilayah tersebut bisa berkembang,” papar Ketua Tim PPTTG Polines Dr Drs Edy Suhartono MSi di kampus Polines Tembalang Semarang, Sabtu (25/11),

Diterangkan, persoalan yang dihadapi masyarakat tersebut sejauh ini berhasil diatasi melalui sinergi yang dilakukan tim PPTTG dengan warga. Sumber air bersih yang semula berada di lembah, jauh dari rumah warga yang berada diatas pegunungan, bisa teratasi dengan pembuatan beberapa tandon air dan pipa saluran air menuju pemukiman warga. Tidak hanya itu, pihaknya juga membuat embung penampungan air hujan.

“Minimnya penerangan jalan dengan aliran listrik PLN, bisa diatasi lampu tengaa surya yang ramah lingkungan. Selain itu, kita juga memanfaatkan kotoran ternak, diolah menjadi energi biogas untuk penerangan rumah, maupun keperluan rumah tangga seperti memasak,” terangnya.

Ditandaskan, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari sinergi kelembagaan Polines dengan Pemkab Magelang. Tim Polines bersama mitra Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sayekti Mbangun Projo dan Kawita Kartika Manunggal, serta peran masyarakat melalui program berkelanjutan, bersinergi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkab Magelang membuat embung tadah hujan, digester anaerob untuk mendapatkan energi terbarukan, dan solar home system serta pendampingan berkelanjutan.

“Kami berharap dengan swasembada pengelolaan air dan mandiri energi bisa menjadikan desa ini semakin produktif menghasilkan produk pertanian yang makin mensejahterakan masyarakat,”pungkas Edy. Rix

MEMASANG – Warga masyarakat Dusun Bangsal  Desa Ketundan dan Tim PPTTG Polines, bekerjasama mengerjakan penerangan jalan, tandon air, biogas, dan embung di wilayah desa tersebut,kemarin. Foto dok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *