SEMARANG – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga optimis, elektabilitas paslon capres cawapres nomor urut 02 tersebut akan samai paslon Jokowi – Maruf. Target tersebut akan tercapai pada awal 2019 mendatang.

’Jarak elektabilitas dekat. Kurang dari 6%. Saya berharap pergantian tahun nanti sudah bisa menyamakan. Kita sudah melakukan berbagai upaya, agar hal tersebut terwujud. Jika melihat dari luas wilayah Indonesia, elektabilitas pasangan calon nomor dua sudah bisa mengimbangi,”papar Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso disela Pembekalan Lintas Ormas, LSM, dan relawan Jateng di Hotel Santika Semarang, Selasa (4/11).

Pihaknya juga optimis bisa meraih hasil maksimal. Sejumlah wilayah, seperti Sulawesi Selatan dan Sumatra Utara, bahkan diprediksi bisa menang. “Upaya yang dilakukan secara garis besar, adalah mempertahankan basis suara Prabowo pada Pilpres 2014 lalu. Memang ada sejumlah wilayah, yang kita harus kerja keras untuk memenangkan. Seperti di Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Jawa Timur dan yang paling berat di Jawa Tengah,” terangnya.

Namun, meski demikian,pihaknya yakin bisa meraihnya. Secara khusus, dirinya juga memberikan semangat pada tim pemenangan dan relawan. Telebih, mantan Panglima TNI ini akan tingal di Solo dan ikut terjun langsung dalam berkampanye di Jateng. “Saya ini asli kelahiran Solo. Jadi akan kita optimalkan setiap peluang yang ada,” ungkapnya.

Suara dukungan Prabowo-Sandi terbesar, menurutya, dari kalangan masyarakat ekonomi dan pendidikan menengah ke atas. Sementara masyarakat menengah ke bawah, belum bisa ditembus oleh tim pemenangan. Ada beberapa alas an, diantaranya adanya sistem yang masif menyebarkan informasi yang tidak benar. Namun BPN Prabowo-Sandi menargetkan bisa mengambil suara separuh diantaranya.

“Untuk itu, kami dorong para relawan, yang totalnya sampai saat ini berjumlah 2 juta untuk ikut bersinergi dan bahu membahu. Keberadaan mereka mesti dirangkul oleh parpol koalisi dan jangan sampai jalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi,” tegas Djoko.

Ketua BPN Jateng Abdul Wachid mengatakan salah satu pijakan untuk pemetaan kekuatan, dan potensi pemenangan adalah hasil Pilpres 2014. Termasuk , kekuatan pada saat Pilgub Jateng 2018. “Suara kita unggul di sejumlah daerah di Jateng, dalam Pilgub Jateng lalu. Untuk itu, wilayah basis suara yang telah didapat harus dijaga, disamping melakukan sosialisasi di wilayah lain. Di sisi lain, mesti ada upaya pengamanan pada saat pelaksanaan coblosan. Setidaknya butuh 10 relawan per TPS. Sebagai saksi yang ikut mengawal pelaksanaan coblosan, namun dari luar TPS,” tandas Wachid. Rix

PEMBEKALAN – Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso disela Pembekalan Lintas Ormas, LSM, dan relawan Jateng di Hotel Santika Semarang, Selasa (4/12). Foto Arixc Ardana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *