SEMARANG – Transaksi nontunai melalui Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), dan pengembangan uang elektronik, menjadi salah satu sistem pembayaran, yang saat ini tengah dikembangkan, untuk kelancaran, efisiensi dan keamanan dalam bertransaksi. Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/8/PBI/2017 tentang GPN, menjadi regulasi dalam menerapkan gerakan nontunai, sehingga pemkab/pemkot bisa menerapakan sistem pembayaran nontunai tersebut.

“Kebijakan sistem pembayaran nontunai, merupakan instruksi dari pemerintah pusat dan seluruh daerah harus mampu menerapkannya. Kita dorong daerah yang belum menerapkan, karena dengan sistem pembayaran nontunai, banyak keuntungannya. Salah satunya, mencegah kebocoran pendapatan daerah,” papar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Hamid Ponco Wibowo, disela Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Nasional 2018 di Hotel Gumaya Semarang, Rabu (5/12).

Ditandaskan, deklarasi gerakan nontunai ini, menjadi komitmen bagi setiap kepala daerah untuk bisa melakukan hal yang sama. “Kita terus berupaya untuk bisa dengan elektronifikasi ini, sehingga ada manfaat yang diperoleh, dengan semakin banyak daerah yang menerapkan sistem pembayaran nontunai, maka akan mengurangi jumlah uang kartal beredar di masyarakat. Ini juga bermanfaat untuk mencegah peredaran uang palsu,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Upaya pencegahan korupsi terus dilakukan, salah satunya dengan penerapan gerakan transaksi non tunai dalam berbagai sektor baik penerimaan maupun pengeluaran daerah. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan komitmen bersama, penerapan transaksi non tunai yang dilakukan oleh bupati dan wali kota se-Jateng, disela PTBI Nasional 2018.

“Implementasi transaksi non tunai ini sudah diperintahkan Presiden Joko Widodo sejak lama. Untuk itu, saya berharap penandatanganan komitmen ini benar-benar dapat dijalankan secepatnya,” ucapnya.

Menurut Ganjar, dari 35 Kabupaten/Kota di Jateng, baru ada tiga daerah yang telah menerapkan hal itu, yakni Kota Surakarta, Kota Salatiga dan Kota Magelang. “Satu Kabupaten yang mulai menerapkan, yakni Kabupaten Pati. Terbukti dengan transaksi non tunai, pendapatan daerah mereka meningkat secara signifikan. Untuk itu saya meminta Kabupaten/Kota lainnya segera mengikuti dan mencontoh daerah-daerah ini,” tegasnya.

Penerapan transaksi non tunai ini dapat dilakukan di semua sektor, baik penerimaan maupun pengeluaran. Saat ini lanjut dia, sudah tidak zamannya lagi bendahara membayar ke dinas menggunakan uang tunai atau dinas membayar ke pelaksana proyek menggunakan uang tunai.
“Bendahara ke dinas sekarang ini transferlah, dinas saat mengeksekusi kepada pelaksana proyek juga transfer, maka itu akan transparan, akuntabel dan akan menghindarkan dari praktik korupsi,” ucapnya.

Dari sektor pendapatan lanjut dia, penerapan transaksi non tunai sangat mendesak dilakukan saat ini. Misalnya transaksi non tunai dapat digunakan untuk pendapatan dari sektor pajak, retribusi, parkir dan pendapatan lainnya. “Kalau transaksi non tunai ini bisa diterapkan, saya sangat yakin pendapatan akan semakin tinggi karena mencegah kebocoran di lapangan,” tambah dia.

Setelah penandatanganan komitmen ini, Ganjar meminta Kabupaten/Kota segera menindaklanjuti. Hal pertama yang harus dilakukan setelah ini adalah penyiapan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana pendukung.

“SDM harus disiapkan dan benar-benar memiliki komitmen, alat juga harus disiapkan misalnya alat parkir berlangganan, alat untuk retribusi pasar dan sebagainya. Selain di pemerintahan, Pemprov Jateng juga akan terus menyosialisasikan penggunaan transaksi non tunai kepada masyarakat. Tentu butuh sosialisasi secara massif. Saat ini sudah era digital, maka penggunaan uang kartal harus dikurangi,” pungkasnya. rix

KOMITMEN – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Kepala KPw Bank Indonesia Jateng, Hamid Ponco Wibowo, menyaksikan penandatanganan komitmen bersama penerapan transaksi non tunai yang dilakukan oleh Bupati/Wali Kota se-Jateng, disela PTBI Nasional 2018 di Hotel Gumaya Semarang, Rabu (5/12). Foto Arixc Ardana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *