SEMARANG – Perkembangan industri kreatif, terutama dari segi desain hingga teknologi digital, harus didukung dengan peralatan atau tools yang mendukung. Termasuk dalam terobosan baru pada bisnis print shop.

“Sejak tahun 2013 lalu, Semarang telah menginisiasi program Semarang Smart City, konsep pengelolaan kota berbasis digital dan terintegrasi. Salah satu indikator dalam program ini, adanya program smart economy yang berfokus pada perkembangan ekonomi. Termasuk pertumbuhan UKM,” papar pemilik Monokrom Printing Semarang Agus Riyanto, disela pembukaan, di Jl Citarum No 41 Semarang, Kamis (6/12).

Pertumbuhan tersebut juga berimbas pada peningkatan permintaan dalam usaha printing, terutama di segmen kemasan (packaging). “Kami melihat bisnis kemasan, merupakan bisnis yang menunjang bisnis-bisnis lain, sehingga pasar yang dituju masih terbuka luas. Apalagi saat ini pemerintah juga sangat mendorong pertumbuhan UKM, yang banyak membutuhkan kemasan untuk bisnisnya,” tandasnya.

Ditandaskan, dengan mengusung mesin terbaru dikelasnya, pihaknya menawarkan berbagai  jenis print. Mulai dari kertas, kanvas hingga plastik. Kuantitasnya pun beragam, dari personal hingga cetak massal. “Bagi para fotografer atau masyarakat, yang ingin mencetak hasil foto mereka juga bisa kita layani,” tambah pengelola Monokrom Printing Semarang Sebastian Pradipta.

Hal senada disampaikan Chief of Business Operation-2 PT Astra Graphia Tbk Eko Wahyudi Santoso. Diterangkan, Monokrom Printing Semarang menggunakan mesin Fuji Xerox Iridesse Production Press dari Astragraphia, yang saat ini merupakan yang terbaik di kelasnya.

“Ini merupakan sebuah printer high-end untuk kalangan professional. Sangat cocok bagi pelaku bisnis kreatif, karena merupakan satu-satunya mesin printer yang memiliki kemampuan mencetak enam warna, termasuk warna-warna spesial seperti metalik dengan metode single pass, menggunakan tambahan hingga dua dry ink spesial warna Gold, Silver, Clear (spot), dan White dengan kualitas hasil cetak yang menawan,” tandasnya.

Dengan single-pass print engine enam warna yang baru dikembangkan ini, Iridesse Production Press dapat mencetak gambar memukau.Hal ini karena proses cetak warna xerographic, menggunakan hingga dua dry ink spesial warna Gold, Silver, White, dan Clear (spot) sebagai tambahan, selain dari tinta standar yang berwarna Cyan, Magenta, Yellow, dan Black (CMYK).

Selain itu dengan hadirnya White dry ink dapat mengakomodasi percetakan pada kertas berwarna gelap, transparan, label maupun kertas spesial lain. Dibandingkan dengan printer yang menggunakan tinta konvensional CMYK, dry ink spesial ini dapat memperluas berbagai ekspresi, menghasilkan hasil cetak akhir dan aplikasi yang premium, sehingga dapat menambah nilai pada aktivitas marketing. rix

MENUNJUKKAN –  (ki-ka) Pemilik Monokrom Printing Semarang Agus Riyanto, Chief of Business Operations PT Astra Graphia Tbk Eko Wahyudi Santoso dan pengelola Monokrom Printing Sebastian Pradipta, menunjukkan hasil cetakan di sela-sela pembukaan di Jl Citarum No 41 Semarang, Kamis (6/12). Foto Arixc Ardana

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *