SEMARANG – Menghadapi perubahan secara global, khususnya revolusi industri 4.0, perguruan tinggi di kawasan ASEAN memiliki sejumlah tantangan. Mulai dari perbedaan kualitas atau mutu perguruan tinggi antar negara anggota, hingga kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa masih terbatas.

Hal tersebut disampaikan Director Community Affairs Directorate, Community and Coorporate Affairs Departement ASEAN Lee Yoong Yoong, dalam sharing and discussion ‘ ASEAN Matter Reflecting’ di kampus I UPGRIS, Sidodadi, Semarang, Kamis (6/12).

“Sejauh ini ada sejumlah tantangan yang dihadapi. Untuk itu,perlu kerjasama antar berbagai perguruan tinggi di ASEAN, agar saling mendukung dan menguatkan. Para mahasiswa juga perlu tahu apa yang sekarang ini tengah terjadi di kawasan ini, termasuk beragam program kebijakan kedepan,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Urusan Internasional UPGRIS Dr Nur Hidayat. Penguatan perguruan tinggi tersebut, bisa melalui berbagai wadah kerjasama, termasuk salah satunya Passage to Asia (P2A) Journey Program.

“P2A adalah sebuah asosiasi non profit perguruan tinggi di ASEAN, yang didirikan pada Juni 2012 lalu di Thailand. Ini menjadi wadah perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi, mulai dari dosen, hingga mahasiswa. Organisasi ini memiliki misi untuk menyediakan program mobilitas yang fleksibel bagi mahasiswa, staf ataupun dosen dari segi budaya ataupun penelitian,” terangnya.

Selain itu misi lain,  diantaranya meliputi membuka akses bagi mahasiswa untuk ikuti mobilitas di lingkup ASEAN dan menyediakan jaringan multilateral antar lembaga anggota. “Sejauh ini,para mahasiswa UPGRIS sudah terlibat berbagai kegiatan internasional, khususnya di kawasan ASEAN. Mulai dari Malaysia, Thailand, Singapura hingga Filipina,” tandasnya.

Sementara Wakil Rektor I UPGRIS Dr Sri Suciati MHum berharap ajang tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa. “Kedepan kita juga berharap ada penjajakan kerjasama antara kedua lembaga, sehingga mampu meningkatkan kompetensi kelembagaan dan lulusan UPGRIS,”pungkasnya. rix

CINDERAMATA – Director Community Affairs Directorate, Community and Coorporate Affairs Departement ASEAN Lee Yoong Yoong dan WR I UPGRIS Dr Sri Suciati, bertuka cinderamata didampingi Kepala Urusan Internasional UPGRIS Dr Nur Hidayat, dalam sharing and discussion ‘ ASEAN Matter Reflecting’ di kampus I UPGRIS, Sidodadi, Semarang, Kamis (6/12). Foto Arixc Ardana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *