SEMARANG – Tahun politik pada 2019, dinilai tidak terlalu mempengaruhi iklim investasi di Jateng. Proses penataan kawasan industri dan penyiapan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, ketersediaan listrik dan air, kini terus berlangsung. Termasuk investasi yang masuk juga, diperkirakan akan terus meningkat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Prasetyo Aribowo dalam seminar Business Challenges 2019 bertajuk ‘Prospek Ekonomi Jawa Tengah di Tahun Politik’ di Hotel MG Setos, Semarang, Kamis (13/12).

“Upaya untuk menjadikan Jateng ladang investasi, tidak sebatas pada pemasaran potensi-potensi investasi saja. Namun pembenahan birokrasi, sistem, prosedur, dan sumber daya manusia (SDM), dalam rangka melayani calon investor dan investor juga terus dilakukan,” paparnya.

Dirinya mencontohkan, dalam melengkapi izin atau aturan yang diperlukan dalam berusaha, pihaknya yang akan datang melayani. “Misalnya, perusahaan A akan mendirikan usaha, ternyata izin yang diperlukan masih kurang. Tidak kita kembalikan, namun kita pandu dan dampingi, sehingga izin tersebut lengkap. Ini semua tidak perlu biaya, karena kita sudah dibayar negara,” tandasnya.

Saat ini nilai investasi Jateng pada 2018 ditargetkan mencapai Rp47,5 triliun. Meski saat ini masih mencapai Rp41,9 triliun, atau kurang sekitar 11 persen namun pihaknya optimis bisa meraihnya. “Ada beberapa proyek yang segera diselesaikan, seperti proyek jalan tol dan proyek energi seperti PLTU Batang, Jepara dan Cilacap,” paparnya.

Lanjutnya, juga masih dalam progres yakni industri alas kaki dan tekstil di Jepara, Rembang dan Sukoharjo. Sementara untuk 2019, sejumlah investasi besar diharapkan bisa segera terealisasi diantaranya pendirian pabrik baja di Kabupaten Kendal, yang nilainya mencapai 2,5 miliar dolar Amerika.

Dalam kesempatan tersebut, juga turut hadir sebagai pembicara yakni Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kpw BI Jateng Rahmat Dwisaputra, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Dedy Mulyadi Ali, ekonom dari Universitas Diponegoro Firmansyah, dan Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Jateng Paulus Widiantoro, dengan moderator Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Jateng-DIY Herdiyan. Hadir sebagai keynote speaker Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. rix

MEMAPARKAN – Kepala DPMPTSP Jateng, Prasetyo Aribowo saat memamparkan materi dalam seminar Business Challenges 2019 bertajuk ‘Prospek Ekonomi Jawa Tengah di Tahun Politik’ di Hotel MG Setos, Semarang, Kamis (13/12). foto Arixc Ardana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *