SEMARANG – Pemerintah memastikan kecukupan pasokan dan penyaluran BBM serta LPG, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Termasuk kebutuhan BBM di Tol Trans Jawa, yang hari ini, Kamis (20/12) diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Hal tersebut ditegaskan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, usai melakukan tinjauan di Terminal Ban Bakar Minyak (TBBM) Pengapon Semarang Group, Rabu (19/12) malam.

“Saya menginstruksikan kepada jajaran BPH migas dan Pertamina untuk dapat melayani sepenuhnya kebutuhan BBM dan LPG kepada masyarakat jelang hari raya Natal ini. Penuhi semua kebutuhan masyarakat, jangan sampai ada kekurangan”, jelas Jonan.

Seiring dengan banyaknya aktivitas bepergian pada masa libur Natal dan Tahun Baru, Jonan memastikan Pemerintah akan menambah pasokan BBM agar masyakarat dapat berlibur dengan nyaman. Penambahan volume BBM tersebut, akan difokuskan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada jalur yang biasa dilalui masyarakat untuk berlibur, pintu masuk dan keluar jalan tol serta daerah tujuan wisata.

“Termasuk kebutuhan BBM bagi kendaraan yang melalui jalur tol Trans Jawa. Pertamina kita harapkan, mampu melayani kebutuhan BBM ini dengan baik. Kami melihat bahwa yang harus dilakukan, ada antisipasi dua arah. Kalau waktu Lebaran dulu satu arah, kan. Jadi, ini bisa potensinya dua arah. Dari waktu-waktu libur mulai 22 Desember sampai 2 Januari atau bahkan di 5 Januari. Jadi, harus disiapkan dua arahnya,” kata Jonan.

Lebih lanjut Jonan menjelaskan, guna memerkuat ketahanan distribusi BBM dengan tersambungnya jalan tol Trans Jawa, maka volume BBM di pintu masuk dan keluar tol juga akan ditambah pasokannya. “Berdasarkan realisasi tahun lalu, kenaikan konsumsi BBM sekitar 8 persen. Tahun ini bisa lebih tinggi. Jadi pasokan akan ditambah, disesuaikan. Namun, untuk BBM solar konsumsi trennya turun karena kegiatan industri pada periode itu juga turun. Wilayah yang volumenya naik biasanya fokusnya pintu masuk dan keluar jalan tol, sekarang tol Trans Jawa sudah selesai, volume BBM di pintu masuk dan keluarnya ditambah, kami yakin selama Natal dan Tahun Baru banyak orang bepergian melalui jalan Tol Trans Jawa,” tambah Jonan.

Direktur Marketing Retail Pertamina Mas’ud Khamid menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa fasilitas alternatif pengisian BBM bagi masyarakat, agar lebih mudah. Baik di jalur mudik maupun jalur wisata. Termasuk dengan menempatkan 12 titik kiosk pertamax di ruas tol, yang dilengkapi dengan mobile dispenser dan BBM Kemasan. Fasilitas ini akan disebar di beberapa jalur mudik regular, ruas tol  serta di jalur wisata yang rawan dengan kepadatan.

“Di wilayah Jateng kita siapkan 32 SPBU Kantong dan 23 SPPBE Kantong di jalur pemudik regular non tol dan jalur wisata. Mobile Storage atau SPBU Kantong ini disiapkan  guna memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki, menuju titik lokasi SPBU untuk memenuhi kebutuhan suplai,” terangnya.

Sementara untuk ruas jalan tol di Jateng, pihaknya menyiapkan 18 titik fasilitas Kiosk dan SPBU Kantong, sesuai dengan permintaan Jasa Marga. Sedangkan secara nasional, Pertamina juga menyiapkan 14 ribu kendaraan tangki, 250 kapal tangker dan empat pesawat selama menggelar Satgas BBM sampai dengan tanggal 6 Januari 2019. Hal itu dimaksudkan, agar keandalan pasokan BBM tetap terjaga. Rix

MENINJAU – Menteri ESDM Ignasius Jonan, didampingi Direktur Marketing Retail Pertamina Mas’ud Khamid serta jajaran, usai melakukan tinjauan pasokan BBM dan LPG di TBBM Pengapon Semarang Group, Rabu (19/12) malam. Foto Arixc Ardana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *