SEMARANG – Organisasi Mahasiswa ( Ormawa) dan Lembaga Mahasiswa (Lemawa), menjadi salah satu roda penggerak mahasiswa, dalam mengembangkan kreativitas, melatih jiwa kepemimpinan hingga mengembangkan jaringan, yang akan berguna bagi mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Dr Muhdi SH MHum, disela pelantikan sebanyak dua ribu pengurus Ormawa dan Lemawa masa bakti 2018-2019, dari tingkat fakultas hingga univeritas di lingkungan UPGRIS di Balairung kampus I Sidodadi Semarang, Rabu (19/12).

“Menjadi mahasiswa tidak hanya sekedar rutinitas dari kostan atau rumah, ke kampus, selesai kuliah lalu pulang lagi ke kostan dan rumah masing-masing. Namun juga harus aktif diberbagai kegiatan positif, yang ada di kampus. Kita ada puluhan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), himpunan mahasiswa jurusan, hingga BEM Fakultas dan Universitas, yang bisa dijadikan wadah bagi mahasiswa,” paparnya.

Diterangkan, tuntutan tersebut diperlukan untuk mengembangkan karakter dan mengasah soft skill yang dimiliki. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukan jaminan seseorang tersebut mendapat pekerjaan. Capaian tersebut hanya menjadi syarat lolos seleksi, namun kemampuan dalam softskill seperti kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, hingga karakter menjadi penentu.

”Jadi, selain harus lolos dari segi kompetensi akademik, mahasiswa UPGRIS juga harus memenuhi nilai keaktifan. Tujuannya, untuk membekali mereka dengan softskill seperti bagaimana membangun karakter, cara berkomunikasi yang baik hingga keterampilan-keterampilan lain yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Ini diperlukan agar mereka bisa bersaing di dunia kerja,” terangnya.

Hal itu dilakukan karena menurutnya, ilmu yang didapat di dalam kelas belum cukup sebagai bekal. Mahasiswa juga memerlukan softskill yang bisa didapat melalui kegiatan berorganisasi. “Beberapa softskill yang penting dan bisa diolah, diperbaiki dalam berorganisasi adalah berbicara lisan. Bukan sekadar berbicara namun bagaimana mengungkapkan ide dengan teknik dan isi yang bagus sehingga membuat audiens merasa perlu untuk mendengarkan,” imbuh Muhdi lebih lanjut.

. Selain itu softskill lainnya yang juga tidak kalah penting menurutnya adalah bekerja sama. Dalam setiap pekerjaan kemampuan itu selalu dibutuhkan.”Dalam berorganisasi mereka akan belajar bagaimana berempati, menghargai ide orang lain dan menjalankannya, itu bagian dari kerjasama,” tandasnya.

Di lain sisi salah satu pembimbing dalam organisasi pers mahasiswa UPGRIS, Ahmad Rifai menambahkan ia juga ingin mengenalkan para pengurus dan anggota organisasinya ke dunia jurnalistik yang sesungguhnya.

“Harapannya mereka tidak hanya mendapat materi jurnalistik dari para akademisi namun juga praktisi, kalau bisa bahkan terjun di lapangan, magang di media-media mainstream,” pungkasnya. Rix

MELANTIK – Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum, saat melantik sebanyak 2 ribu pengurus Ormawa dan Lemawa masa bakti 2018-2019, dari tingkat fakultas hingga univeritas di lingkungan UPGRIS di Balairung kampus I Sidodadi Semarang, Rabu (19/12). Foto Arixc Ardana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *