SEMARANG- Bisnis properti, khususnya di Jateng kembali menggeliat ke arah positif. Salah satu indikasinya, terlihat dari hasil penjualan dalam Property Expo Semarang ke-1 2019, yang mencapai 42 unit. Capaian tersebut dibandingkan sedangkan periode yang sama pada 2018 lalu, yang hanya terjual sebanyak 23 unit.

“Penjualan properti di Kota Semarang di awal 2019, menunjukkan pertumbuhan yang positif dibandingkan periode sama tahun 2018 lalu. Kita tidak menyangka penjualan properti di awal tahun 2019 itu mendapat hasil yang cukup banyak. Biasanya tren penjualan biasanya baru tumbuh di bulan Februari – Maret,” papar Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat usai penutupan pameran di Semarang, Senin (21/1).

Berkaca dari hasil tersebut, pihaknya optimistis di 2019 ini, penjualan properti di Jateng, khususnya Semarang pertumbuhan akan lebih baik. “Kita menilai peningkatan penjualan tersebut, dipengaruhi keputusan pembeli yang sebelumnya kebanyakan menunggu terlebih dahulu, dan baru membeli di 2019 ini. Pembelian yang dipending pada 2018 sudah cukup banyak, sehingga yang tahun lalu belum terealisasi, maka mau tidak mau harus terealisasi di tahun ini, jadi tetap harus beli,” ucapnya.

Ia berharap penjualan positif tersebut dapat terus berjalan di bulan-bulan berikutnya, dan tidak ada hal yang dapat merugikan bisnis properti, mengingat tahun ini menjadi tahun politik. “Semoga tidak ada kejutan apa-apa lagi baik dari regulasi atau lainnya. Terutama di tahun politik ini semoga tetap berjalan baik,” terangnya.

Rumah FLPP

Disatu sisi, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Real Estat Indonesia Bidang Promosi, Humas dan Publikasi Jateng tersebut, menilai keberadaan tol Trans Jawa juga berpengaruh pada peningkatan penjualan rumah, khususnya FLPP.

Menurutnya, tol Trans Jawa yang dari Semarang hingga Tegal akan menumbuhkan perumahan-perumahan baru yang letaknya berdekatan dengan exit tol. Terutama, yang bermain di kelas rumah subsidi.

“Tol baru ini mendapat sambutan positif dari semua kalangan atau pelaku usaha. Termasuk, pengembang rumah yang akan menggarap daerah di sekitar exit tol, untuk dijadikan perumahan baru. Ini juga tidak terlepas dari semakin banyaknya investor yang melakukan investasi di berbagai wilayah yang dilalui jalan tol tersebut,” papar Dibya.

Beberapa daerah yang akan dibidik untuk dikembangkan kawasan permukiman, antara lain Kabupaten Batang dan Kendal. Sebab, daerah itu berada ditengah antara Kota Semarang dengan Kabupaten Tegal. “Kemungkinan Batang, ya karena daerahnya di tengah. Kalau industri tumbuh, pasti rumah murah yang duluan karena itu kayak dua sisi koin mata uang. Di mana industri naik, maka perumahan juga naik. Justru itulah dibangun tol Trans Jawa. Jadi, kota-kota yang belum berkembang atau perkembangannya terhambat karena tidak punya infrastruktur tinggal dompleng ke tolnya beres,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dibya menjelaskan, untuk wilayah Batang diperkirakan akan menjadi daerah berkembang. Terlebih lagi, adanya proyek industri PLTU di Batang. Sehingga, rumah-rumah subsidi akan semakin banyak dibangun menyusul dibukanya tol Trans Jawa. Rix PAMERAN – Pengunjung melihat sejumlah perumahan dalam pameran Property Expo Semarang ke-1 2019 lalu di Mal Paragon Semarang, kemarin. Foto Arixc Ardana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *