MEMAPARKAN – Ketua Badan Pengkajian MPR RI sekaligus anggota DPD RI asal Jateng Bambang Sadono,saat memaparkan materi dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kantor DPD Golkar Kabupaten Brebes, Kamis (31/1). Foto dok

BREBES – Pemilihan Umum menjadi sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat, dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD) 1945.

“Pemilu diselenggarakan dengan tujuan, untuk memilih wakil rakyat dan wakil daerah, serta untuk membentuk pemerintahan yang demokratis, kuat, dan memperoleh dukungan rakyat dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sebagaimana UUD 1945,”papar Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono, dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kantor DPD Golkar Kabupaten Brebes, Kamis (31/1).

Diterangkan, Empat Pilar MPR RI terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan pedoman seluruh anak bangsa. Apalagi saat ini memasuki tahun politik, saat ini sangat rentan gesekan antar masyarakat yang pasti berbeda-beda pilihan. Akar potensi konflik bisa dipicu oleh karena memudarnya rasa toleransi, kebersamaan, dan penghormatan serta perbedaan pilihan politik.

“Seperti yang tampak di media sosial dewasa ini, dimana perbedaan politk menjadi persoalan yang mengarah kepada saling caci. Dalam dunia perpolitikan global saat ini, ada satu tren yang muncul bermula dari Amerika Serikat terutama kemenangan Donald Trumph dalam perebutan kursi Presiden Amerika Serikat, dengan membawa isu conservative politics atau politik konservatif. Dari situlah, mulai ada tren pergeseran dunia politik dari modern politics ke concervative politics dan tren tersebut masuk juga ke Indonesia,” tandas anggota DPD RI asal Jateng tersebut.

Politik konservatif memang lahir dari perbedaan dengan  membawa isu ras, isu agama. Diterangkan, penggunaan isu ras dan agama ini dipandang semakin kuat sejak tahun 2014, setelah semakin berpengaruhnya berita bohong yang beredar di media sosial. “Ketika isu-isu itu dibungkus dengan berita bohong, masyarakat akan dengan mudah tersulut, apalagi isu tersebut sangat sensitif bagi masyarakat. Strategi politik seperti ini membuat masyarakat yang sebelumnya cukup toleran, menjadi intoleran dan mudah termakan hoaks yang disampaikan secara terus-menerus,” terang Bambang Sadono.

Dirinya juga mengajak kepada seluruh masyarakat, untuk berperan serta dalam pemilu sekaligus menjadi pemilih yang cerdas. “Pilihlah partai, caleg bahkan capres dan cawapres yang memiliki visi misi mempersatukan rakyat, menyejahterakan rakyat, dan mampu membawa bangsa memiliki daya saing tinggi. Pemahaman yang baik akan Empat Pilar bisa menjadi benteng dan pemersatu bangsa walaupun terlibat dalam kontestasi pemilu,”tandasnya.

Karakter bangsa akan terbangun melalui komitmen kebangsaan yang kuat, serta menghargai ke-Bhinneka-an sebagai modal kekuatan bangsa untuk bersatu. Persatuan dan kesatuan bangsa harus senantiasa dijaga, ditanam dan diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan, agar tidak ada lagi ruang bagi lahirnya benih-benih perpecahan bangsa. Rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *