MEMAPARKAN – Dosen UPGRIS Mahmud Yunus SPd MPd, memaparkan materi dalam pelatihan peningkatan mutu produk dan pemasaran olasi kampung  tematik di Kelurahan Wonosari Ngaliyan Semarang, Rabu (6/2). Foto Arixc Ardana

SEMARANG – Packaging atau kemasan dan representasi sebuah produk, menjadi dua hal yang harus diperhatikan dalam menarik konsumen, agar membeli barang tersebut. Hal tersebut disampaikan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Mahmud Yunus SPd MPd, dalam pelatihan peningkatan mutu produk dan pemasaran olasi kampung  tematik di Kelurahan Wonosari Ngaliyan Semarang, Rabu (6/2).

“Kemasan tersebut, selain berguna untuk memberikan perlindungan terhadap produk, juga untuk menarik minat calon konsumen. Kalau kemasan bagus, mereka lebih tertarik untuk membeli dibanding yang biasa-biasa saja,” paparnya dihadapan para ibu-ibu PKK di kelurahan tersebut.

Lebih lanjut diterangkan, dalam membuat kemasan ada beberapa aspek yang harus diperhatikan mulai dari ciri khas, memuat informasi yang jelas mengenai produk yang dijual, memiliki sisi menarik seperti warna, desain, bentuk hingga pemilihan bahan kemasan yang sesuai.

“Selanjutnya brand image, merek atau penamaan produk. Agar lebih dikenal, perlu adanya merek produk. Harapannya memudahkan konsumen saat akan memilih produk serupa, jadi mereka tidak salah pilih dan salah beli. Untuk merek, ada beberapa persyaratan seperti mudah diingat,ringkas, mudah diucapkan. Tidak hanya itu, nama juga menjadi bagian dari doa dan harapan terhadap produk yang dijual,” tandasnya.

Lebih lanjut, dalam kegiatan yang digelar mahasiswa KKN UPGRIS di Kelurahan Wonosari tersebut, dirinya juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan media sosial, termasuk pemasaran online dalam memperluas cakupan pasar.

“Selama ini, produk dari ibu-ibu ini hanya terbatas dijual di pasar Mangkang, dengan memanfaatkan pemasaran secara online, maka cakupan pasarnya akan lebih luas. Produk yang dijual juga akan lebih dikenal oleh masyarakat, tidak hanya di Semarang, namun bisa seluruh Indonesia, bahkan dunia,” terangnya.

Untuk merek, ada beberapa persyaratan seperti mudah diingat,ringkas, mudah diucapkan. Tidak hanya itu, nama juga menjadi bagian dari doa dan harapan terhadap produk yang dijual,

Dalam kesempatan tersebut, juga turut diajarkan bagaimana pemanfaatan media sosial terutama facebook, sebagai toko online, yang nantinya akan digunakan oleh para peserta dalam memasarkan produk mereka.

Sementara, ketua kegiatan KKN UPGRIS Kelurahan Wonosari Ngaliyan Suraida menambahkan, kegiatan tersebut menjadi upaya pihaknya dalam meningkatkan wawasan masyarakat, khususnya di bidang kewirausahaan. “Di wilayah kelurahan ini, ada potensi ekonomi lokal berupa produk olahan singkong (olasi), namun selama ini pemasaran hanya dilakukan sebatas lingkungan sekitar. Termasuk pengemasan dan label produk yang belum maksimal,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap kemampuan masyarakat terutama ibu-ibu pelaku UMKM, dapat meningkat sehingga produk yang diproduksi juga semakin meningkat kualitasnya. Hasilnya pun semakin meningkat secara ekonomi. Rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *