MENERIMA: Ketua Umum Yayasan Wiyata Dharma Akpelni, Capt Sri Untung MM MMar (dua dari kiri) menerima SK dari Sekretaris Dirjend Kelembagaan Iptek dan Dikti Dr Ir Agus Indarjo, didampingi Direktur Akpelni Capt Achmad Sulistyo dan Kepala LLDikti Prof DYP Sugiharto, di kampus tersebut, Jumat (8/2). Foto Arixc Ardana

SEMARANG – Seiring tuntutan global dan penguatan kompetensi, Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (Akpelni) Semarang, berubah nomenklatur menjadi Politeknik Bumi Akpelni.  

Hal tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), yang diwakili Sekretaris Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Dr Ir Agus Indarjo, di kampus Jalan Pawiyatan Luhur II/17, Bendhan Duwur, Semarang,Jumat (8/2).

al tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), yang diwakili Sekretaris Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Dr Ir Agus Indarjo, di kampus Jalan Pawiyatan Luhur II/17, Bendhan Duwur, Semarang,Jumat (8/2).

“Perubahan  bentuk dari akademi menjadi politeknik ini, merupakan pelaksanaan UU No 12 tahun 2014 yang mensyaratkan pendidikan tinggi dilakukan melalui tiga jenis yakni akademik, vokasi, dan profesi,”papar Agus.

Tidak hanya itu, dengan perubahan status menjadi politeknik tersebut, nantinya lulusan Politeknik Bumi Akpelni akan semakin kompeten. Sekaligus makin mampu bersaing secara internasional. “Ini seiring dengan harapan kita, dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berkompeten, sehingga mampu bersaing secara global,” tandasnya.

Direktur Akpelni Capt Achmad Sulistyo MM MMar mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas lulusan, dengan mencetak pelaut dan tenaga kemaritiman yang andal.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Umum Yayasan Wiyata Dharma Akpelni, Capt Sri Untung MM MMAR mengatakan, dengan komitmen akhirnya apa yang dicita-citakan bisa terwujud. “Kita harus mampu bersaing di kancah internasional. Maka harus meningkatkan diri sejajar dengan perguruan tinggi lain. Di era digitalisasi kita juga menggunakan Iptek untuk kemajuan pendidikan,”tandasnya.

Sementara Ketua Pembina Soenarto mengatakan, penguasaan teknologi dan bahasa Inggris jadi yang terpenting bagi mahasiswa. Sehingga bisa berkiprah dan bersaing di era globalisasi ini, dalam merebut pangsa pasar internasional. Turut hadir juga Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Prof DYP Sugiharto, yang membacakan SK. Rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *