MEMAPARKAN – Dosen UPGRIS Dr AB Prabowo KA MHum, saat memaparkan materi dalam pelatihan  pemasaran online yang digelar mahasiswa KKN UPGRIS Kelurahan Rejomulyo di kantor kelurahan tersebut, Sabtu (9/2). foto Arixc Ardana

SEMARANG – Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan bisnis, yakni produk, harga, tempat dan lokasi. Hal tersebut disampaikan dosen UPGRIS Dr AB Prabowo KA MHum, dalam pelatihan  pemasaran online di Kelurahan Rejomulyo, Sabtu (9/2).

“Produk yang dijual bisa jasa atau barang. Harga yang ditetapkan sebaiknya harga yang terjangkau oleh masyarakat. Harga tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Penetapan harga sebaiknya melalui survey terlebih dahulu, sehingga konsumen suka membeli produk kita,”paparnya, dalam kegiatan yang digelar tim mahasiswa KKN UPGRIS Kelurahan Rejomulyo tersebut.

Pemilihan lokasi juga menjadi pertimbangan, sebaiknya di daerah dekat kampus, sekolah atau di daerah yang diperkirakan produk itu sangat dibutuhkan. “Ini untuk membuka toko secara fisik, namun saat menggunakan pemasaran online, kita bisa berjualan dimana saja. termasuk di rumah. Terakhir, jangan lupa berpromosi, termasuk memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan barang atau jasa yang ditawarkan,” tandasnya.

Ada hal-hal lain yang juga tidak kalah penting untuk diperhatikan, yakni sikap pelayanan kepada pelanggan. Tidak jarang, konsumen rela kembali untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan, karena pelayanan yang diberikan mengena dihati konsumen.

“Saya biasanya kalau sabtu minggu, beli pecel di daerah Ambarawa. Berangkat dari Semarang, untuk bayar tol sama beli pecel, lebih mahal bayar tol namun saya tetap berangkat, karena pelayanannya bagus. Kita pembeli, benar-benar di-uwong-ke, dihargai, disapa dengan baik,” ungkapnya lagi.

Dirinya juga mengajak para peserta, yang merupakan para pelaku usaha kecil di lingkungan kelurahan tersebut, untuk tidak ragu dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam memperkenalkan dan memasarkan produk.

“Jika selama ini produk hanya dikenal oleh warga sekitar, dengan menggunakan media sosial, barang dan jasa yang ditawarkan bisa dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia  dan dunia,” tandas Prabowo.

Ketua Panitia yang juga mahasiswa KKN UPGRIS Muhammad Zeni berharap dengan pelatihan pemasaran online tersebut, dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar, seiring dengan meningkatnya omzet penjualan produk dan jasa.

“Kalau dahulu hanya dijual disekitar lingkungan Kelurahan Rejomulyo, kita berharap nantinya produk dan jasa tersebut semakin dikenal luas. Dampaknya omzet penjualan juga semakin bertambah, kesejahteraan masyarkat juga akan semakin meningkat,”pungkasnya.rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *