KENDAL – Sirup jahe, ceriping rasa dari olahan pisang dan talas, serta kopi, menjadi tiga produk unggulan di Desa Tambahsari Limbangan Kendal. Namun sayang, sejauh ini hasil produksi tersebut belum maksimal dalam pendistribusian dan pemasaran, sehingga belum dipasarkan hingga ke luar daerah.

Hal tersebut mendorong tim mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di desa Tambahsari, berupaya mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya dengan menggelar workshop dan pelatihan di bidang kewirausahaan, bertajuk Pemasaran Produk Lokal Olahan Pangan Khas Desa Tambahsari Limbangan. Kegiatan yang digelar di balai desa Tambahsari tersebut, diikuti para ibu PKK, pelaku usaha dan pemilik rumah produksi di wilayah tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan, agar hasil produksi warga dapat terdistribusi secara meluas. Tidak hanya di wilayah desa Tambahsari saja. Berdasarkan hasil survei yang kita lakukan, termasuk wawancara dengan masyarakat pemilik produksi, hasil produksi selama ini masih dipasarkan di sekitar desa Tambahsari,” papar pewakilan mahasiswa KKN UPGRIS Efinda Sari.

Hasil produksi tersebut dijajakan dari rumah ke rumah, atau menitipkan pada warung dan pusat oleh-oleh. “Jenis produksi yang dimiliki warga desa Tambahsari antara lain, Sirup Jahe, Ceriping Rasa yang terbuat dari pisang dan talas, dan produksi kopi yang tumbuh subur di pekarangan rumah warga. Karena masih dijual di sekitar wilayah ini, omzet penjualannya juga masih rata-rata dan belum dikenal secara luas,” tambahnya.

Hadir sebagai pembicara dalam pelatihan tersebut, dosen UPGRIS Rofian SPd MPd. Pendidik muda ini dikenal sebagai perupa, dan wiramuda berbagi (enterpreneur). Selain itu, juga menggeluti beberapa bisnis diantaranya sebagai founder komunitas Seni Omah Sketsa UPGRIS, owner kedai Jus Icha-Ichu, founder Sepatuawan.id, invest Dodo Dessert and Ice Cream hingga freelancer tutor bimbel guru TK-PAUD.

“Salah satu cara untuk menjadi sukses, yaitu dengan berbisnis. Dalam berbisnis kita sebaiknya tidak menerapkan sistem berjualan saja. Melainkan dengan menerapkan sistem mendistribusikan kepada orang lain, agar bisnis dapat berkembang dan bermanfaat bagi orang lain,” paparnya.

Tidak hanya itu,  lanjutnya, dalam berbisnis juuga harus mengetahui benar apa segmen pasar atau sasaran dari produksi kita. Tujuannya memudahkan dalam membentuk strategi pemasaran, hingga konsep yang digunakan agar mengena pasar. Rix

MEMAPARKAN – Dosen UPGRIS Rofian SPd MPd saat memaparkan materi dalam workshop dan pelatihan di bidang kewirausahaan, bertajuk Pemasaran Produk Lokal Olahan Pangan Khas Desa Tambahsari Limbangan, yang digelar mahasiswa KKN UPGRIS di desa tersebut, kemarin. Foto dok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *