PAMERAN – Sejumlah pengunjung tengah melihat beragam properti yang dipamerkan dalam Property Expo Semarang ke 2, yang digelar di Mall Ciputra Semarang, 14-25 Februari. Foto Arixc Ardana

SEMARANG – Property Expo Semarang kembali digelar di Mall Ciputra Semarang. Dalam pameran ke-2 pada 2019 ini, ditargetkan mampu menjual sedikitnya 50 unit rumah sepanjang kegiatan berlangsung. Tercatat ada 11 pengembang dan satu pendukung, yang ikut serta dalam expo yang digelar 14-25 Februari tersebut.

“Kita optimistis, pameran ini akan mencapai target, mengingat capaian pameran sebelumnya yang mendapatkan hasil memuaskan. Pada pameran Property Expo Semarang ke-1 di Januari lalu, kita berhasil mencatatkan transaksi sebanyak 42 unit rumah,” papar Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat di sela pameran, Kamis (14/2).

Melihat hasil sebelumnya tersebut, pihaknya meyakini penjualan properti sudah kembali ke jalur positif. Dijelaskan, pameran tersebut juga sebagai etalase penjualan, sebab banyak konsumen yang melakukan transaksi setelah pameran dengan mendatangi langsung masing-masing kantor pemasan pengembang.

Dibya mengatakan, saat ini menjadi momen yang tepat untuk membeli rumah. Pasalnya harga tidak akan bisa dibendung lagi, dan dipastikan akan naik terus dan tidak mungkin turun.“Pembelian yang tertunda akan merugikan konsumen sendiri karena harga tinggi sudah sejak awal tahun naik 5% – 10%,” ucapnya.

Dikatakan, calon pembeli bisa datang langsung ke pameran tersebut dan melihat-lihat terlebih dahulu. Diakuinya, kebanyakan konsumen datang terlebih dahulu ke pameran.“Banyak orang yang window shopping atau melihat-lihat dulu ke pameran. Biasanya mereka akan menentukan membeli rumah di luar pemeran, hampir 70% transaksi pembelian itu disepakati di luar pameran,” jelasnya.

Dilanjutkan, bagi para milenial yang ingin membeli rumah sudah ada beberapa perbankan yang menawarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang bisa dipilih. “Pasar milenial sudah ada pelayanan oleh beberapa bank yang menawarkan KPR milenial. Memang masih khusus milenial berstatus pegawai, yang statusnya enterpreneur belum,” tandasnya. Rix


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *