MENJELASKAN – Tim mahasiswa KKN UPGRIS Kelurahan Karangtempel Semarang saat menjelaskan proses pembuatan cokelat jahe, yang digelar di kelurahan tersebut, kemarin. Foto dok

SEMARANG – Tanaman jahe sudah sangat populer di masyarakat, sebagai rempah- rempah dan bahan obat. Rasa pedas yang disebabkan senyawa keton bernama zingeron, tidak hanya mampu menghangatkan tubuh, akan tetapi ada beragam manfaat lainnya.

Kandungan zat dan senyawa yang terkandung dalam jahe, dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa mual, obat anti peradangan alami, menurunkan kadar gula dalam darah, obat sakit pencernaan, mengurangi sakit dan nyeri pada otot, serta efektif mengurangi nyeri haid.

“Dengan mengetahui manfaat yang dihasilkan dari jahe, KKN UPGRIS di Kelurahan Karangtempel Semarang  mendorong dan memotivasi masyarakat, untuk memanfaatkan tanaman ini dengan diolah lebih lanjut. Nantinya olahan jahe ini, bisa bernilai ekonomis sehinga meningkatkan pendapatan masyarakat,” papar Korkel KKN UPGRIS Kelurahan Karangtempel Semarang, Jaka Kuncoro Aji disela pelatihan pembuatan cokelat jahe, yang digelar di kelurahan tersebut, kemarin.

Dalam pelatihan tersebut, para mahasiswa mencoba memperkenalkan olahan jahe yang dipadukan dengan cokelat. “Cokelat merupakan bahan makanan yang populer di seluruh dunia. Dapat dipastikan cokelat digemari oleh semua lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Tidak hanya itu, beberapa penelitian menunjukkan, konsumsi cokelat memicu pelepasan hormon serotonin di otak. Hormon ini mampu memberikan perasaan senang dan mood yang baik,”lanjutnya.

Dipaparkan lebih lanjut, cokelat bukan hanya sedap untuk dikonsumsi, tetapi juga memiliki khasiat yang luar biasa. Dalam bahasa Latin, pohon cokelat disebut Theobroma cacao, yang berarti makanan dari Tuhan. Disebut demikian karena selain rasanya enak, cokelat dipercaya dapat memperpanjang usia. Cokelat juga diklaim dapat mencegah berbagai penyakit jantung dan aneka kanker.

“Kita berharap dengan pelatihan pembuatan coklat yang dipadukan dengan jahe ini, dapat menumbuhkan semangat dan jiwa kewirausahaan warga sekitar, khususnya para ibu-ibu PKK di RW I Kelurahan Karangtempel,”pungkasnya. Rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *