SEMARANG – Wartawan diharuskan untuk jujur dalam pemberitaan, sesuai fakta, ikhlas, pikiran jernih, keluar dari hati yang bersih. Hal tersebut penting, karena narasi atau tulisan wartawan bagi pemerintah yang membaca merupakan makanan sehat sehari-hari, meski terkadang juga ada racun juga masuk.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jateng, bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Jumat (15/2).

“SDM jurnalis harus dikembangkan karena sangat penting. Kalau narasinya racun, ya karena dikompori, nanti kompornya yang tepuk tangan. Narasi yang baik harus dilakukan, dibuat. Untuk itu, kompetensi wartawan sangat penting, harus ada data dan fakta, kritik oto kritik pun terbuka. Sekolah jurnalis pun diharapkan bisa berkembang. Cerita idealisme pun tidak semuanya diselesaikan dengan uang,” terangnya.

Kompetensi, lanjut Ganjar, sangat penting. Hal tersebut perlu karena wartawan berkometen akan menghasilkan tulisan yang bagus. Para pembaca pun akan respek. Media pun akan menerima iklan besar dan bisa tetap hidup. “Saat ini kan sedang pada masa disrupsi media. Maka sekali lagi, saya berharap seluruh peserta lulus dengan nilai baik, tidak ada yang menyogok,” tandasnya disambut tepuk tangan.

Ketua PWI Jateng Amir Machmud, menambahkan UKW yang digelar dua organisasi profesi itu merupakan impian yang menjadi kenyataan sebagai upaya peningkatan kapasitas wartawan yang difasilitasi pemprov.

“Tahun ini, UKW akan digelar dua kali lagi. Sekolah jurnalis muda juga akan digelar karena didukung gubernur. Kami juga akan kolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), tidak hanya dengan IJTI. Karena, kami memiliki sikap sama dalam pendidikan untuk wartawan. Pembelaan kepada jurnalis juga kita lakukan bersama AJI melakukan advokasi. Kita bersama-sama menguatkan organisasi untuk membangun profesionalitas,” paparnya.

Kegiatan UKW yang berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu (15-16/2) di Gedung Diskominfo lantai 4 itu, diikuti sebanyak 25 wartawan televisi dan 30 wartawan cetak. Turut hadir dalam pembukaan Ketua IJTI Jateng Teguh Hadi Prayitno, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng Riena Retnaningrum.

Turut hadir juga, Direktur UKW PWI Pusat Rajab Ritonga, Anggota Satgas Anti Kekerasan Wartawan Dewan Pers Kamsul Hasan, Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan PWI Pusat Hendro Basuki serta para wartawan senior di Jateng. rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *