SEMARANG – Guna meningkatkan potensi dari industri usaha, baik kecil maupun menengah, tidak hanya dibutuhkan pola pendampingan namun juga perlu upaya standarisasi. Hal ini penting, untuk menjamin kualitas produk dan jasa yang diterima konsumen.

“Di Jateng, kewajiban Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dilakukan oleh para pelaku usaha industri sudah 100 persen. Hingga saat ini sudah tercapai 30-40 persen. SNI ini penting, sebagai acuan dalam mengukur mutu produk dan jasa dalam perdagangan, sehingga dapat meningkatkan perlindungan kepada konsumen,”papar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Arief Sambodo di Semarang, Rabu (20/2).

Arif juga menjelaskan, kewajiban SNI  ini akan meningkatkan daya saing dari potensi industri di daerah, juga memberikan jaminan kepada konsumen. “Melihat masih kecilnya para pelaku usaha terhadap wajib SNI, kita terus mendorong agar setiap pelaku usaha lebih memperhatikan terhadap standarisasi tersebut,”tandasnya.

Lebih lanjut dipaparkan, dalam upaya meningkatkan pemenuhan kewajiban SNI, pemerintah terus hadir dengan memberikan pendampingan kepada semua pelaku usaha. “Meski begitu pemberian lebel standarisasi tersebut, merupakan kewajiban dari setiap pelaku usaha,”pungkasnya. rix

MENINJAU – Kepala Disperindag Jateng Arief Sambodo, saat mendampingi Wakil Gubenur Jateng Taj Yasin Maimoen, saat meninjau pameran industri UMKM, beberapa waktu lalu. foto dok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *