SEMARANG – Musim hujan telah tiba, seiring dengan itu penyakit akibat perubahan iklim menjadi meningkat, salah satunya  demam berdarah. Demam berdarah seperti the silent killer atau pembunuh diam-diam.

“Gejalanya sederhana, hanya demam , lalu hanya beberapa hari bisa menyebabkan penderita masuk pada stadium syok dan cepat meninggal. Bagaimana itu bisa terjadi?  Disatu sisi, kita sering menganggap demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Padahal  penyebabnya  bukan pada nyamuk,”papar dosen Fakultas Kedokteran Unimus dr Afiana Rohmani MSi MEd, di kampus Terpadu Kedungmundu, Sabtu (23/2).

Dipaparkan, nyamuk hanyalah sebagai kurir atau pembawa virus dngue.  Itupun hanya nyamuk betina.  Tanpa bantuan nyamuk  ini , virus dengue  tidak perlu ditakuti.

“Bila nyamuk  si pembawa virus ini hinggap di kulit manusia dan menggigitnya atau menghisap darah, maka virus dengue akan masuk ke dalam peredaran tubuh manusia.  Nyamuk Aedes Aegypti bukanlah tergolong nyamuk yang rakus. Ia hanya menggigit pada jam tertentu saja, yaitu pada siang atau sore hari, berbeda dengan nyamuk biasa yang menggigit di malam hari,”lanjutnya.

Di luar jam kerjanya, nyamuk Aedes Aegypti betina  menghabiskan waktu di tempat-tempat yang disukai, yang enak buat bertelur. Mereka menyukai air yang bersih dan jernih untuk bertelur. Biasanya di air-air dalam wadah, seperti bekas air hujan di pekarangan yang tertampung di talang air, kaleng bekas, selokan yang tergenang. Atau bisa juga di wadah penyimpanan air bersih di rumah, seperti  bak tandon air, gentong, tempayan, vas bunga, baki penampungan air di kulkas dan sebagainya.

Kerja virus dengue sangatlah cepat, dalam beberapa jam orang ini akan mengalami demam yang tinggi. Virus yang masuk ke dalam peredaran darah , akan bersaing dengan sistem imun tubuh. Pada anak-anak  seringkali mempunyai sistem imun yang  kurang baik, sehingga rentan terkena infeksi  virus.

“Bila sistem imun tubuh buruk ,maka virus akan menyerang pada sistem pembekuan darah dan dinding pembuluh darah.  Itulah mengapa penyakit ini disebut demam berdarah dengue. Kadang-kadang  ada  mimisan, atau bintik-bintik merah di kulit,”tandasnya.

Namun yang perlu diwaspadai, lanjutnya, yakni gejala demam berdarah dengue sangat tidak khas dan bisa berubah-ubah. Hari ke 1 atau 2 setelah gigitan nyamuk, gejalan, dengan demam karena penyakit lain. 

“Kadang-kadang  timbul bintik-bintik merah pada kulit, atau mimisan, atau perdarahan kecil lainnya. Namun ini tidak bisa dijadikan petunjuk.  Saat ini satu-satunya petunjuk sederhana demam karena dengue adalah penurunan kadar trombosit. Sehingga bila anak demam hari ke-2 lebih baik periksakan ke dokter,untuk diperiksa kadar  trombosit. Pemeriksaan trombosit  pun perlu diulang, hingga beberapa hari kemudian, untuk memastikan apakah terjadi penurunan kadar trombosit,”lanjutnya.

Oleh karena gejala demam berdarah dengue yang sangat tidak khas ini,  perlu kewaspadaan tinggi bila anak tiba-tiba demam. Demam tinggi akan berlangsung sekitar 2 hingga 3 hari, kemudian hari ke 4 – 5 penderita akan masuk pada fase kritis atau fase syok. “Fase inilah yang berbahaya, sebab demam sudah mulai turun seolah-olah sembuh, padahal yang terjadi adalah turunnya trombosit secara drastis , kemudian akan diikuti  penurunan kesadaran atau syok, lalu bila tidak ditangani secara cepat akan meninggal dunia,”papar dr Afiana lebih lanjut.

Pencegahan adalah lebih baik daripada mengobati.  Sederhana saja, jangan membuat sarang bagi sang kurir virus dengue, nyamuk aedes aegypti. Caranya dengan 3 M plus, yakni menguras wadah air, menutuprapat  tempat-tempat penampungan air serta memendam atau memanfaatkan barang bekas yang ada.

“Plus hindari kontak dengan nyamuk, misalnya dengan memakai lotion anti nyamuk sebelum berangkat sekolah, memakai kelambu bila tidur siang dan lain-lain. Hindari pula pakaian atau kain yang digantung ,bersihkan alang-alang di kebun, jangan biarkan air menggenang,  yang sering digunakan nyamuk untuk bersembunyi. Intinya tetap jaga kebersiha dan kerapian rumah dan lingkungan kita,”pungkasnya. Rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *