MELIHAT – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Ema Rachmawati, didampingi Wakil Direktur I LPPOM MUI, Ahmad Izzuddin menunjukkan produk-produk UKM disela Sosialisasi dan Fasilitasi Pengurusan Sertifikat Halal di Hotel Noormans Semarang, Selasa (26/2). Foto Arixc Ardana

SEMARANG – Sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) diperlukan, sebagai bukti kehalalan produk yang dihasilkan, khususnya di bidang makanan, minuman hingga kosmetika. Hal tersebut mendorong, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Jateng memfasilitasi 150 pelaku UKM untuk mendapatkan sertifikasi halal tersebut.

“Ada banyak manfaat dari sertifikasi halal. Pertama, jelas sebagai bukti bahwa produk yang dihasilkan tersebut halal. Ini tentu memberikan perlindungan juga kepada konsumen, sehingga produk tersebut juga semakin luas pemasarannya,”papar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Ema Rachmawati disela Sosialisasi dan Fasilitasi Pengurusan Sertifikat Halal di Hotel Noormans Semarang, Selasa (26/2)

Ditandaskan, untuk mendapatkan dan mempertahankan sertifikasi halal tersebut, pelaku UKM tidak hanya harus memperhatikan kualitas, tapi juga perlu fokus pada keamanan pangan. Sebab, sertifikasi halal ini tidak hanya sebagai tanggung jawab pada syariat agama dan akhirat, tapi erat hubungannya dengan keamanan pangan.

“Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM kita tatar terlebih dahulu. Apa yang diperlukan untuk mendapatkan sertifikasi halal. Persiapannya harus matang, persyaratan juga harus dipenuhi. Memang tidak mudah, namun selama ada keinginan tentu bisa mencapainya,”lanjutnya.

Diketahui, pelaku usaha harus melewati proses yang panjang untuk mendapatkan sertifikat halal. Setelah lolos seleksi administrasi, mereka akan disurvei oleh MUI dan memenuhi syarat yang ditentukan lembaga tersebut.

“Syarat-syarat itu kami sampaikan dalam sosialisasi ini agar mereka mempersiapkan. Misalnya, jual abon maka daging yang dipakai harus dari rumah pemotongan hewan. Kemudian, tempat produksi hingga kemasan juga ada ketentuannya. Sehingga, ketika MUI datang mereka sudah siap dan tidak perlu ada revisi lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut Ema mennjelaskan, fasilitasi sertifikat halal ini diberikan gratis kepada pelaku UMKM yang telah lolos seleksi. Diharapkan program tersebut juga akan terus berlanjut, sehingga pada 2020 mendatang setidaknya ada 500 sertifikasi produk halal untuk UMKM di Jateng.

Apresiasi diverikan Wakil Direktur I LPPOM MUI Jateng Ahmad Izzuddin. Pihaknya berharap dengan adanya pendampingan dan sosialisasi sertifikasi halal ini, akan semakin banyak produk halal yang dihasilkan masyarakat.

“Dalam satu tahun, ada sekitar 2.500 sertifikasi halal yang kita keluarkan. Untuk beragam produk. Mudah-mudahan  dengan sosialisasi ini juga memudahkan pelaku usaha mendapatkan informasi sebelum melaksanakan proses sertifikasi, sehingga mereka lebih siap,”pungkasnya. Rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *