SEMARANG – Seiring dengan kenaikan harga dan keterbatasan lahan, diperkirakan dalam beberapa tahun kedepan, kaum milenial akan sulit memiliki rumah tapak (landed house). Hal tersebut Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas dan Publikasi DPD REI Jawa Tengah, Dibya K Hidayat, disela penutupan Property Expo Semarang II/2019 di Mal Ciputra Semarang, kemarin.

“Lahan semakin terbatas, harga tanah juga semakin tinggi. Karena itu, generasi milenial yang mayoritas saat ini memiliki penghasilan tidak tetap jika tidak segera membeli rumah, ke depan terpaksa bakal tinggal di apartemen,”paparnya.

Kondisi tersebut sudah terjadi di ibu kota Jakarta. Banyak diantara mereka yang tinggal di apartemen, atau pun jika memiliki rumah terletak di luar Jakarta. “Sebagaimana generasi ini sudah tidak bisa memiliki tempat tinggal di wilayah Jakarta. Pilihan mereka adalah tinggal di apartemen dengan cara beli atau sewa. Kondisi itu karena lahan untuk membangun hunian tersebut makin terbatas dan tak terjangkau harganya,”tandasnya.

Maka, tandasnya, solusi yang bisa ditempuh generasi tersebut adalah jangan menunda membeli properti jenis rumah tapak untuk tempat tinggal selagi dana ada dan lahan masih tersedia. Dibya memperkirakan, tren di Jakarta itu juga akan merambah ke Jawa Tengah dan Semarang.

“Sebab, harga rumah pun terus merangkak naik. Bahkan, awal tahun ini sudah ada kenaikan harga antara 5% hingga 10%. Adapun, lanjut dia, jika tidak menghendaki tinggal di apartemen, alternatif lain yaitu tinggal di pinggiran bahkan luar kota,”paparnya.

Sementara, terkait Property Expo Semarang II/2019, tercatat sebanyak 40 unit rumah terjual selama pameran yang digelar 9-25 Februari 2019. Realisasi tersebut cukup positif untuk bisnis properti di awal tahun.rix

MELIHAT – Pengunjung tengah melihat berbagai properti yang dipamerkan dalam Property Expo Semarang II/2019 di Mal Ciputra Semarang, kemarin. Foto dok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *