KARANGTEMPEL – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian, yang dilakukan dosen sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor IV Ir Suwarno Widodo MSi, disela focus group discusion (FGD) penyusunan rencana strategi (renstra) penelitian tahun 2020-2024 di kampus I Sidodadi, kemarin.

“Renstra ini perlu untuk memperoleh masukan dari akademisi dan praktisi, kaitannya dengan fokus unggulan penelitian yang akan dilakukan, dengan tema berbasis masyarakat marjinal. Sekaligus memberikan wawasan yang luas dan kompreherensif, pada para peneliti dan dosen sehingga mereka yang berangkat dari berbagai disiplin ilmu, bisa memahami fokus peneltian yang dilakukan,” paparnya.

Dirinya mencontohkan, dari sisi hukum, teknologi, pendidikan atau humaniora bisa mengambil judul yang sesuai dengan tema yang diusung. “Termasuk mendorong para dosen dan peneliti bisa melakukan penelitian multidisplin. Karena untuk memecahkan pesoalan yang ada di masyarakat, tidak bisa diselesaikan hanya satu displin ilmu. Harapannya, setelah kegiatan ini, mereka bisa memiliki wawasan yang luas dan mampu memecahkan persoalan yang ada di masyarakat secara akademis,” tambahnya.

Suwarno menambahkan, saat ini penelitan UPGRIS sudah masuk dalam kluster utama. “Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan, sebab di Jateng untuk PTS yang masuk kluster utama baru enam peguruan tinggi. Jadi memang tidak mudah, namun kita berupaya dan bekerja keras agar tidak turun ke kluster madya,” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskan, nantinya renstra penelitian ini nantinya akan diajukan dasar dalam pembuatan proposal penelitian, yanag diajukan ke Kemenristekdikti. Terutama penelitian unggulan pada 2020-2024.

“Sementara, untuk 2019 ini, ada 29 proposal penelitian yang lolos pembiayaan dari Kemenristekdikti, baik untuk multi year atau mono year. Sementara untuk pengabdian masyarakat ada 10 judul. Ditambah program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) ada empat tenant, yang kita dampingi. Mudah-mudahan kedepan jumlah dan kuantitas bisa berkembang terus,” papar Suwarno.

Selain itu, pihaknya juga terus memperkuat kualitas jurnal ilmiah yang dimiliki. Tercatat dari 25 jurnal yang ada, sudah 8 jurnal yang masuk indek Sinta Kemenristekdikti. “Kita berharap dengan berbagai dorongan peningkatan kualitas dan SDM ini, pada 2035 UPGRIS bisa meraih visi sebagai universitas riset,”pungkasnya. rix

MEMAPARKAN – Para pembicara saat memaparkan materi dalam focus group discusion (FGD) penyusunan rencana strategi (renstra) penelitian tahun 2020-2024 di kampus I UPGRIS, Sidodadi, kemarin. Foto Arixc Ardana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *