SEMARANG – Guna mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang, perusahaan penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, Gojek, menggelar pelatihan Gojek Wirausaha.

Program pelatihan berbisnis untuk pelaku UMKM dalam bentuk kelas tatap muka ini, diikuti lebih dari 150 UMKM binaan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Semarang. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan mereka bisa menjadi “UMKM Go Digital”.

Bertempat di Fave Hotel Semarang, GOJEK berbagi tips sukses mulai dari perencanaan bisnis hingga mengelola keuangan yang baik yang dapat dijadikan sebagai ilmu yang fundamental dalam membangun bisnis. “Kita hadir di Semarang tahun 2015, salah satu cita-cita utama kami adalah untuk meningkatkan kapasitas sektor usaha non formal dan pemberdayaan UMKM,” ujar Alfianto Domy Aji, Head of Regional Corporate Affairs GOJEK, disela pelatihan di Fave Hotel Semarang, Rabu (27/3).

Dengan semangat awal bahwa inovasi digital dapat menjadi jembatan untuk berkembangnya ekosistem ekonomi kerakyatan, kini GOJEK dengan teknologinya yang terdepan telah berhasil menghubungkan pengguna dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, hampir 400 ribu merchant UMKM, serta lebih dari 60 ribu penyedia layanan dari sektor non formal lainnya di 204 kabupaten/kota di Indonesia di 5 negara di Asia Tenggara.

“Kota Semarang dipilih menjadi lokasi pelatihan, karena memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah dengan PDRB sebesar Rp 161,25 triliun pada 2017. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Pemerintah Kota Semarang, per 2018, jumlah UMKM di Kota Semarang berjumlah 14.000 dan diprediksikan akan terus bertambah,”tambahnya.

Ketua Harian IV Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj Siti Aniroh Slamet Effendy, mengapresiasi kerjasama yang dilakukan bersama GOJEK dengan Muslimat NU sejak tahun lalu.

“Pimpinan Pusat Muslimat NU selama ini telah banyak mengembangkan jaringan koperasi, dan melahirkan usaha ekonomi produktif, tapi masih banyak yang butuh bimbingan tentang bagaimana berbisnis yang baik, khususnya menghadapi era digital. Kami berharap melalui kegiatan ini, agar anggota kami yang kebanyakan merupakan ibu-ibu beserta keluarganya dapat membantu perekonomian . Sekaligus akan meningkatkan penguatan peran perempuan sebagai pelaku UMKM,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu UMKM Semarang yakni Anton, Owner Geprek Zone berbagi kisah sukses dalam sesi GOJEK Wirausaha bagaimana dapat sukses berbisnis kuliner di Kota Semarang. Juara Partners GO-FOOD Semarang 2019 ini berbisnis kuliner sejak tahun 2016, dan telah memiliki berbagai gerai di Kota Semarang.

“Kuncinya adalah mulai dari apa yang kita punya, apa yang kita suka, dan mulai dari problem apa yang kita temui di lingkungan sekitar. Dengan penggunaan teknologi, baik akuntansi, penjualan, logistik, food delivery yang salah salah satunya dengan gunakan GO-FOOD saya dapat memperluas pasar penjualan saya, serta memiliki layanan operasional yang lebih efisien.” tutur Anton. rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *