SAMBIREJO – Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) kini memiliki fasilitas manasik haji dan umrah, di kompleks masjid terbesar di Jateng tersebut. Sarana prasarana tersebut berupa miniatur Kabah, berukuran separuh dari Kabah asli di Tanah Suci.  Selain itu juga ada, Sai Bukit Sofa-Marwah sepanjang 100 meter, dilengkapi jamarot sebagai tempat melempar jumrah serta miniatur wukuf di Arofah.

“Beragam fasilitas pendukung manasih haji dan umrah ini, bakal menjadi kebanggaan dan sekaligus jadi rujukan masyarakat Jawa Tengah. Kehadiran miniatur ini, juga kita yakini bakal makin menguatkan posisi MAJT sebagai tujuan wisata religi bertaraf internasional,” papar Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Farhani dalam peresmian miniatur di MAJT, Jumat (5/4).

Selain akan menambah siar MAJT, fasilitas tersebut juga bermanfaat bagi calon haji-umrah serta peserta didik yang membutuhkan praktik lewat manasik. “Saat ini semakin banyak masyarakat yang membutuhkan manasik haji-umroh yang representatif. MAJT kini telah mampu menyediakan fasilitas tersebut, sehingga diharapkan mampu memberikan kemanfaatan,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Jateng Slamet Imam Ihwadi, yang mewakili Gubernur Jateng, dirinya menilai tepat pembangunan miniatur manasik haji-umroh tersebut.

Pihaknya berharap fasilitas manasik haji MAJT ini, bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk calon jamaah haji dan umrah asal Jateng. Jamaah dapat mempelajari dan praktik secara langsung cara ibadah haji dan umrah yang benar. “Pesan saya, fasilitas ini agar dirawat dengan baik, dijaga kebersihannya dan digunakan kemajuan umat,” paparnya.

Ditegaskan, Jateng merupakan urutan ke-3, provinsi yang paling banyak memberangkatkan jamaah haji. Diakui, pelaksanaan ibadah haji dari tahun ke tahun semakin baik dan tanpa ada masalah berarti. Namun, dalam upaya pelayanan kepada para jamaah dan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka penting untuk selalu mengevaluasi dan perbaikan di berbagai bidang.

Pemprov Jateng mengajak seluruh pihak terkait, untuk bekerja keras untuk membantu, melayani serta melindungi para calon haji Jateng agar dapat beribadah secara baik, nyaman, lancar serta dapat meraih predikat mabrur.

Peresmian usai salat Jumat tersebut, dihadiri para sesepuh Jawa Tengah, antara lain mantan Gubernur Jateng KH Ali Mufiz, mantan Wagub Jateng sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng KH Achmad, pejabat Forkompimda Jateng, para pengelola KBIH, biro perjalanan umrah, dan pengurus MAJT. Rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *