SEMARANG – Halodoc, aplikasi kesehatan terpadu berbasis online, memperkenalkan layanan terbarunya, Halodoc Goes to Hospital. Sebuah solusi kesehatan inovatif yang memberikan kemudahan bagi pasien, dalam menebus resep saat berobat ke rumah sakit, baik obat racikan maupun non-racikan.

“Halodoc Goes to Hospitals hadir untuk memudahkan pasien agar tidak perlu mengantre lama di rumah sakit, Hal ini merupakan bagian dari wujud komitmen kami, yang berkesinambungan pada masyarakat Indonesia dalam mempermudah akses kesehatan dengan cepat dan nyaman. Kami juga berupaya untuk membangun sinergi positif bersama rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan prima bagi setiap pasien,” papar CEO Halodoc Jonathan Sudharta di Semarang, kemarin.

Ditandaskan, layanan tersebut dapat diakses oleh setiap pasien, termasuk pasien BPJS hingga pasien yang rutin menebus obat di rumah sakit. Nantinya pihak rumah sakit akan memberikan penawaran kepada pasien, untuk pengantaran obat melalui layanan Halodoc Goes to Hospital. Apabila setuju, pasien cukup mengisi data tambahan untuk pengiriman obat, dan melakukan pembayaran obat. Selanjutnya, pengiriman obat akan dilakukan dengan jarak maksimal 40 kilometer, tanpa menunggu lama.

Pasien dapat memantau proses penebusan resep obat, melalui akun pribadi yang telah didaftarkan pada aplikasi Halodoc. Lebih dari itu, pasien juga bisa mengetahui tata cara konsumsi obat melalui aplikasi. Bagi pasien di kota Semarang layanan Halodoc Goes to Hospital dapat digunakan di dua rumah sakit yakni SMC RS Telogorejo, dan RS William Booth.

Lebih dari itu, bagi pasien yang bermukim di wilayah Jawa Tengah lainnya juga dapat menggunakan layanan ini di mitra rumah sakit di kota Solo, dengan RS Dr Oen Surakarta serta RS Mitra Keluarga di kota Tegal. Halodoc juga akan menambah kerja sama dengan sejumlah rumah sakit untuk menjangkau lebih banyak pasien.

“Besar harapan kami kehadiran Halodoc Goes to Hospital , bisa dimanfaatkan dengan baik, tidak saja oleh pasien namun juga oleh sejumlah rumah sakit di Semarang dan Jateng, agar mampu mendorong tingkat kepuasan pasien dalam memberikan layanan yang cepat dan bermutu,” tutup Jonathan. rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *