BANJARNEGARA – Bagi Nardi, warga Jeben Plampitan, keberadaan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Larangan Pagentan Banjarnegara dan Jeben Plampitan Sukoharjo Wonosobo, sangat vital. Jembatan gantung sepanjang 67 m yang melintang di atas sungai tersebut, menjadi akses utama untuk mobilitas keseharian.

“Tapi itu dulu pak, sebab jembatan gantung ini sekarang sudah hanyut terseret banjir pada 2014 lalu. Terpaksa, kalau mau ke desa sebelah, belanja, sekolah atau ke ladang mesti muter jauh. Saya harus melewati jalur alternatif, jaraknya sampai 10 kilometer,”paparnya, Rabu (10/4).

Melihat kondisi tersebut, warga sekitar secara swadaya membangun jembatan darurat dari bambu dengan penyangga susunan batu. Namun jembatan itu pun tidak mampu bertahan lama, apalagi jika memasuki musim penghujan.

Karena tidak tega melihat anak-anak sekolah dan ibu-ibu ke ladang harus berputar jauh, kata Nardi, warga akhirnya secara swadaya membangun jembatan darurat dari bambu dengan penyangga susunan batu. Namun jembatan itu pun tidak mampu bertahan lama, apalagi jika memasuki musim penghujan.

“Masyarakat lalu swadaya, karena tidak tega melihat anak-anak sekolah dan ibu-ibu ke ladang harus berputar jauh. Namun sayangnya, karena bahan materialnya seadanya, jadi mudah rusak. Sepanjang 2019 ini saja sudah ganti sebanyak 10 kali. Selain rusak ya karena terseret arus sungai saat hujan. Dari Pemkab beberapa kali ke sini, tapi tidak juga diperbaiki,” lanjutnya.

Keberadaan jembatan bambu sebagai pengganti jembatan gantung rupanya mendapat perhatian dari Pemprov Jateng. Gubernur Ganjar Pranowo, didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin langsung meninjau, bahkan mencoba melintasi langsung jembatan tersebut.

Meski jembatan sempat bergoyang-goyang saat dilintasi, kedua pimpinan tertinggi di Pemprov Jateng tersebut, berhasil menyebrang. Begitu menginjakkan kaki di desa Jeben Plampitan, warga pun langsung bersorak menyambut. Setelah berebut salaman dan selfie, warga langsung menyampaikan keluhannya, menginginkan jembatan baru.

“Kalau dari Pemkab beberapa kali ke sini dan jembatan belum juga jadi, saya pastikan jika gubernur yang ke sini pasti beres,” kata Ganjar.

Ganjar juga memberi penjelasan pada warga, bahwa pembangunan tidak langsung bisa dikerjakan karena harus masuk dalam penganggaran APBD. Namun ada alternatif lain yang bisa lebih cepat, yakni dengan anggaran pascabencana dari BNPB.

“Nanti kita atur, kalau menggunakan APBD provinsi harus menunggu tahun depan atau paling cepat pada anggaran perubahan. Tapi ada yang lebih cepat, yakni menggunakan dana pascabencana,” katanya.

Pertimbangan lainnya, jika membangun ulang jembatan gantung anggaran yang dibutuhkan sebanyak Rp 600 juta. Dana tersebut bisa menggunakan APBD provinsi, namun jika ingin dibangun jembatan permanen maka biaya yang diperlukan mencapai Rp 2,5 miliar. Dana tersebut rencananya bisa menggunakan dana pascabencana.

“Pak Kades saya minta untuk segera membuat pengajuan agar jembatan ini cepat beres. Untuk Bupati Wonosobo semoga bisa segera ke sini, karena warga sudah menunggu, kangen katanya,” katanya. rls

MELINTAS – Gubernur Ganjar Pranowo, didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin langsung meninjau, bahkan mencoba melintasi langsung jembatan tersebut, Rabu (10/4). Foto dok Pemprov Jateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *