SIMPANGLIMA – Puluhan kendaraan roda dua berknalpot tidak standar ditilang jajaran Satlantas Polrestabes Semarang, di kawasan Simpanglima Semarang, Rabu (10/4). Tindakan tersebut, seiring penegakkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009, bawah kendaraan bermotor harus memenuhi ambang batas kebisingan knalpot yang telah ditentukan.

“Kita pastikan, apabila ada kendaraan bermotor memiliki atau memasang knalpot dengan suara bising, maka jajaran Satlantas Polrestabes Semarang akan melakukan penilangan atau tindakan tegas dengan melepas knalpot dan menyitanya,” papar Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi disela kegiatan razia.

Dalam razia knalpot brong di sekitaran kawasan Simpang Lima dan lokasi lain, didapati 28 knalpot bersuara bising dari sejumlah kendaraan bermotor. Knalpot-knalpot brong itu, selanjutnya akan dimusnahkan dengan cara dipotong.

Dipaparkan, ambang batas suara kebisingan knalpot yang ditentukan sesuai dengan peraturan, untuk sepeda motor berkapasitas 150 cc adalah 85 desibel dan sepeda motor berkapasitas 200 cc adalah 105 desibel.

Menurutnya, penggunaan knalpot bersuara bising ini akan meningkat seiring dengan kegiatan kampanye terbuka di Pemilu 2019 karena sebagai penyemarak konvoi.

Ardi menjelaskan, sesuai peruntukkannya, knalpot-knalpot bersuara bising hanya dipakai untuk acara kompetisi atau kontes maupun kegiatan lainn yang diperbolehkan. Sedangkan penggunaan harian dan dipakai di jalan raya jelas pelanggaran, dan sanksinya adalah ditilang petugas dari Satgas Anti Knalpot Bising yang telah dibentuk jajarannya.

“Polrestabes telah membentuk Satgas Anti Knalpot Bising, ini merupakan upaya antisipatif dari jajaran kepolisian. Tujuannya, pada saat kampanye terbuka sangat dimungkinkan terjadi konvoi kendaraan dengan penggunaan knalpot seperti ini. Sehingga, antisipasinya tidak menjadi suatu hal yang sifatnya provokasi. Karena, beberapa kejadian setelah kita evaluasi itu dipicu bisingnya knalpot-kanlpot. Sehingga, mengganggu ketentraman orang lain,” tandasnya.

Lebih lanjut Ardi menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan razia terhadap penggunaan knalpot bising di sejumlah jalan di Kota Semarang. Untuk itu, pihaknya juga menghimbau kepada pemilik sepeda motor berknalpot brong, untuk segera dilepas. “Daripada ditilang oleh petugas kami di lapangan, dan diminta mencopot knalpotnya di jalan, lebih baik dilepas di rumah dan diganti dengan knalpot standar pabrikan,” tegasnya. rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *