KLATEN – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama jajaran Muspida dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, berziarah ke makam Sunan Pandanaran II atau yang lebih dikenal dengan Sunan Bayat di Klaten, Kamis (11/4). Kegiatan tersebut menjadi rangkaian peringatan HUT ke-472 Kota Semarang, pada 2 Mei mendatang.

“Maka mengingat besarnya figur Sunan Bayat bagi masyarakat Kota Semarang, selain sebagai wujud penghormatan terhadap salah satu pahlawan Kota Semarang, kami juga berharap dengan mengajak keluarga besar Pemerintah Kota Semarang, maka dapat meneladani sifat-sifat besar Sunan Bayat dalam memperjuangkan Semarang,” papar Hendi.

Dipaparkan meski Sunan Bayat merupakan ulama besar, dalam melakukan syi’ar agama Islam, Sunan Bayat berguru kepada Sunan Kalijaga, itu menunjukkan bahwa di atas langit masih ada langit.

“Ini pesan bagi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bahwa di atas panjenengan masih ada lagi. Bersikaplah low profile, andhap asor. Semakin tinggi ilmunya harusnya semakin merunduk seperti padi karena semakin tinggi posisi anginnya akan semakin kencang. Kita berbuat baik saja belum tentu dianggap baik apalagi kita berbuat tidak baik. Untuk itu terima kasih kekompakan selama ini terutama sahabat-sahabat yang telah mampu menunaikan tugas dengan baik,” ujarnya.

Melalui kegiata ziarah tersebut pihaknya juga berharap warga Kota Semarang memahami sejarah Kota Semarang, menghargai para pahlawan untuk menjadi bagian dari bangsa yang besar sebagai bangsa yang menghormati jasa para pahlawan.

Sunan Bayat sendiri merupakan Bupati Kedua Semarang yang pada saat itu selain sebagai kepala pemerintahan, ia juga dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam. Selepas menjadi Bupati Semarang, dikisahkan Sunan Bayat lalu menetap di Bayat, Klaten untuk memperdalam ilmu keagamaan. rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *