FOTO BERSAMA – (ki-ka) tim pakar Program IRN Prof Ambariyanto, Prof Budi Prasetyo, Wadek FT Unnes Dr Wirawan Sambodo, dan Kepala Cabang PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Noodle Semarang Devi Permana disela sosialisasi program tersebut di Fakultas Teknik, kampus Unnes, Sekaran, Gunungpati, Kamis (11/4). Foto Arixc Ardana

SEMARANG – PT Indofood Sukses Mikmur Tbk (lndofood) melalui program Indofood Riset Nugraha (lRN), berupaya berkontribusi dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Program lRN merupakan pemberian dana bantuan riset kepada mahasiswa Strata 1 (S1), yang tengah melakukan penelitian sebagai syarat untuk menyelesaian pendidikannya.

“Program IRN ini merupakan bentuk kepedulian PT Indofood kepada dunia pendikan tinggi di Indonesia, khususnya bagi para mahasiswa S1. Tahun ini kita mengambil tema Pengembangan Sistem Pangan Berkelanjutan Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal, untuk Peningkatan Kesehatan, Kecerdasan dan Prestasi Bangsa,” papar tim pakar Program IRN Prof Dr Ir Budi Prasetyo DEA, disela sosialisasi program tersebut di Fakultas Teknik, kampus Unnes, Sekaran, Gunungpati, Kamis (11/4).

Lebih jauh dipaparkan, program IRN sudah dimulai sejak 2006 lalu sebagai tindak lanjutan dari program Bogasari Nugraha, yang sudah dirintis sejak 1998. “Sejak pertama kali diluncurkan pada 2006 lalu, setidaknya ada lima ribu proposal yang masuk dan sudah mendanai lebih dari 750 penelitian mahasiswa. Nilai besarannya berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan dari penelitian yang dilakukan,” tandasnya.

Kepala Cabang PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Noodle Semarang Devi Permana menambahkan, secara konsisten, Indofood terus berupaya menumbuhkan minat riset di kalangan generasi muda. “Kami menyakini bahwa riset, adalah salah satu instrumen penting untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada. Termasuk dengan menghasilkan inovasi-inovasi yang berguna bagi masyarakat,” paparnya.

Lebih jauh dipaparkan, sumber pangan di Indonesia sangat beragam, baik nabati maupun hewani, baik dari darat maupun laut, yang kesemuanya memiliki kandungan gizi yang baik.

“Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, kami ingin mengajak mahasiswa yang akan menyelesaikan tugas akhirnya untuk menggali potensi pangan kita. Salah satunya dengan berkontribusi nyata melalui penelitian unggul sesuai tema lRN,” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskan, program lRN yang merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Indofood pilar Building Human Capital. Program tersebut terbuka bagi mahasiswa S1 yang tengah menyelesaikan tugas akhirnya dan berasal dari berbagai jurusan.

Objek penelitian berupa sumber daya pangan lokal berasal dari darat atau laut, seperti aneka pangan sumber karbohidrat. Misalnya, serella jagung, sorgum, gandum, hingga aneka umbi, kelapa dan kelapa sawit, rempah-rempah, hasil ternak, hasil laut dan perikanan hingga produk pangan lokal unggul lainnya. Adapun bidang penelitiannya mencakup bidang produksi (agro teknologi), teknologi (pasca panen dan pengolahan), kesehatan dan gizi masyarakat, serta bidang sosial ekonoml dan budaya.

Selain di Unnes Semarang, kegiatan sosialisasi Program IRN juga dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung untuk wilayah Bandung dan Jawa Barat, serta Universitas Trunojoyo untuk wilayah Madura dan Jawa Tlmur. Sosialisasi dan Coaching clinic metodologi penelitian juga dilakukan di Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah. Rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *