SEMARANG – Jelang hari H pelaksanaan Pemilu 2019, pada 17 April mendatang, Bawaslu Jawa Tengah memastikan ada 25 organisasi  dan lembaga ang mendaftarkan diri sebagai pemantau Pemilu di Jateng.

“Hingga hari terakhir pendaftaran pemantau di Bawaslu Jawa Tengah, yakni H-7 pelaksanaan pemungutan suara, ada 25 organisasi yang mendaftarkan diri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 organisasi lokal dan tujuh organisasi yang sudah terakreditasi di tingkat pusat dan pengurus tingkat daerah, untuk ikut melakukan pemantauan pemilu di Jateng,” papar Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng Rofiuddin, Jumat (11/4).

Pihaknya juga mengapresiasi positif, tingginya keterlibatan masyarakat untuk ikut memantau pemilu. Menurutnya, pemantauan dan pengawasan pemilu tak hanya menjadi tugas jajaran Bawaslu tapi juga masyarakat.

“Terlepas dari itu, kita juga menegaskan bahwa pemantau tersebut harus bersikap profesional, netral, independen dan bekerja untuk kepentingan publik. Jika lembaga pemantau tidak netral maka Bawaslu RI akan mencabut akreditasinya,” lanjutnya.

Lebih jauh dijelaskan, pemantau pemilu yang beroperasi di Jateng, seluruhnya berasal dari lembaga dalam negeri. Bahkan, kebanyakan adalah organisasi lokal di lingkup provinsi tersebut, tidak ada pemantau pemilu di Jateng yang berasal dari lembaga asing.

“Pemantau pemilu di Jawa Tengah tersebar di berbagai kabupaten/kota di provinsi ini, seperti Pati, Kota Semarang, Jepara, Grobogan, Surakarta, Batang, Rembang, Magelang, Blora, Kota Tegal, Klaten, Karanganyar, Kebumen, hingga Sukoharjo,” tambah Rofi.

Bawaslu Jateng menyebut beberapa lembaga pemantau, yang sudah melaporkan adanya dugaan pelanggaran. Misalnya di Kota Semarang, pemantau melaporkan adanya dugaan ketidaknetralan ASN. Bawaslu segera menangani kasus dugaan pelanggaran tersebut.

“Lembaga pemantau yang ingin mendapatkan akreditasi dari Bawaslu RI, harus memenuhi berbagai syarat. Seperti harus berbadan hukum, memiliki sumber dana yang jelas, profil organisasi dan penanggungjawab, ada surat pengesahan dari pemerintah, harus independen dan netral. Mereka juga harus menyebut nama dan rencana lokasi pemantauannya. Kini, pendaftaran pemantau pemilu di Bawaslu. Sedangkan di pemilu 2014, pendaftaran pemantau pemilu di KPU,” pungkas Rofiuddin.

Tercatat ke 25 lembaga pemantau pemilu di Jateng tersebut, diantaranya Forum Komunikasi Mahasiswa batang Indonesia (Forkombi), Pemuda Katolik Komisariat Surakarta, Pattiro Semarang, Luber Pemantau Pemilu, Demang Pemantau Pemilu, Kendeng Pemantau Pemilu, Perkumpulan Keris Pemantau Pemilu, Cendana Pemantau Pemilu, Garuda Nasional Grobogan.

Selanjutnya, Mawar Pemantau Pemilu, Bintang Pemantau Pemilu, Arjuna Pemantau Pemilu, Jagabilawa, Yayasan Perempuan Mandiri Jepara, , Srikandi, Bulan Pemantau Pemilu, Pena Pati dan Drupadi Rembang.

Sementara, lembaga yang akreditasi di tingkat pusat dan pengurus tingkat daerah yang ikut memantau pemilu yakni Aisyiyah Kabupaten Magelang, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jateng, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jateng, JPPR Sukoharjo, Koalisi Perempuan Indonesia di Kabupaten Semarang, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jateng dan Pemuda Muslimin Indonesia Jateng. Rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *