SEMARANG –  Bulan Mei mendatang, genap empat tahun Pasar Johar terbakar. Akibat kebakaran tersebut, selain menelan kerugian materi hingga angka Rp 376 miliar, ribuan pedagang harus direlokasi ke tempat baru, di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Disatu sisi, sampai saat ini pasar tradisional yang konon terbesar di Asia Tenggara ini selesai dibangun kembali. Meski ground breaking pembangunan ulang pasar tersebut, sudah dimulai pada Oktober 2017 lalu.

Anggota DPD RI Jawa Tengah Bambang Sadono yang sejak awal mengawal proses pembangunan kembali pasar tradisional tersebut, merasa masih mempunyai hutang kepada para pedagang. Ia mendatangi tempat relokasi yang terletak di sebelah utara MAJT, untuk mengetahui aspirasi dari pedagang.

Beragam aspirasi, keinginan dan keluh kesah dari para pedagang diterimanya. Ada yang ingin kembali ke lokasi lama, ada yang pasrah, ada pula yang kembali dengan syarat-syarat tertentu dan banyak juga pedagang yang enggan kembali ke lokasi Pasar Johar lama karena merasa lebih enak di tempat relokasi.

“Saya ingin memastikan kembali kepada mereka bagaimana keinginannya. Beberapa pedagang yang kami temui aspirasinya berbeda-beda. Ternyata seperti itu, banyak yang sudah pasrah. Sebelumnya, saya memang sudah mendengar, banyak pedagang yang tidak berharap lagi kembali ke Johar lama,” tandas Bambang, disela kunjungan, Jumat (13/4).

Selain itu, dari beberapa yang ditemuinya, ada pedagang yang ingin kembali ke tempat semula karena di tempat lama lebih ramai. Ada pula yang pasrah, kalau diminta kembali ke tempat lama mereka mau dan kalau pun tidak juga tidak ada masalah.

“Ada juga pedagang yang berpendapat jika diminta kembali ke tempat lama, tidak ada masalah. Tetapi pedagang itu meminta peraturan pembagian los, tidak seperti di lokasi relokasi. Namun kembali menempati lokasi awal. Pedagang lainnya, justru ingin tetap bertahan di tempat relokasi karena merasa dagangannya lebih laku di tempat baru,” lanjut Bambang.

Beragam aspirasi yang diterimanya tersebut, akan menjadi bekal dirinya dalam mengevaluasi perkembangan pembangunan ulang pasar Johar kedepannya. rix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *