SEMARANG – Dyah Hayuning Pratiwi, resmi dilantik sebagai Bupati Purbalingga masa jabatan 2016-2021. Meski hanya menyisakan masa jabatan dua tahun, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta mantan Wakil Bupati Purbalingga tersebut bekerja keras.

“Sisa masa jabatan dua tahun itu waktu yang sangat cukup untuk bekerja menyelesaikan persoalan-persoalan di Purbalingga. Maka waktu yang sedikit ini harus bisa dimaksimalkan dengan baik dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Harus gaspol,” papar Ganjar, usai pelantikan jabatan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (12/4).

Ditegaskan, meski Purbalingga mendapat cobaan karena kasus korupsi yang melibatkan Bupati Purbalingga sebelumnya, Ganjar meminta hal itu tidak membuat Purbalingga terpuruk. Menurutnya, momentum ini lanjut harus dijadikan awal mula kebangkitan daerah penghasil kerajinan rambut palsu tersebut.

Apalagi lanjut Ganjar, Purbalingga memiliki potensi daerah yang sangat luar biasa. Potensi itu diyakini akan semakin moncer setelah Bandara Wirasaba diresmikan. “Sekarang Purbalingga harus menjemput kemajuan. Setelah nanti bandara dibangun dan dibuka, daerah ini akan luar biasa,” lanjutnya lagi.

Dirinya menyakini bahwa saat ini menjadi momentum yang tepat bagi Pemkab Purbalingga untuk memperbaiki diri dan membangun integritas. Termasuk memaksimalkan waktu, untuk melakukan percepatan-percepatan dalam rangka merubah kondisi yang masih kurang baik.

Selain melantik Bupati Purbalingga, dalam kesempatan itu turut dilantik Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid. Menggantikan sang kakak, almarhum Wakil Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaidi yang meninggal dunia pada 7 September 2017 lalu. Nantinya, Afzan akan mendampingi Wali Kota Pekalongan, Saelany Mahfudz.

Kepada Achmad Afzan, Ganjar berpesan agar segera menyatu dengan Wali Kota untuk bekerjasama menyelesaikan pekerjaan rumah di Kota Batik tersebut. “Kota Pekalongan punya pekerjaan rumah berupa rob, ini harus mendapat perhatian serius. Selain itu, persoalan limbah industri batik juga harus diselesaikan, mengingat sungai-sungai di Pekalongan banyak yang tercemar limbah,” terangnya.

Tak lupa, kepada keduanya Ganjar berpesan tentang pentingnya pelayanan kepada masyarakat dengan mudah, murah dan cepat. Selain itu, persoalan integritas juga menjadi pesan khusus agar cita-cita mewujudkan pemerintahan yang baik dan bebas korupsi dapat terwujud. Rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *