SEMARANG – Proses peninjauan kembali rencana tata ruang wilayah (RTRW), di 35 kabupaten kota di Jateng, yang belum selesai, dinilai menjadi penghambat perkembangan pembangunan dan investasi. Khususnya di sektor properti dan perumahan.

“Para developer atau pengembang perumahan di Jateng, saat ini dalam posisi menunggu kejelasan proses peninjauan kembali RTRW. Dari 35 kabupaten kota, baru dua kabupaten yang sudah selesai,” papar Wakil Ketua Bidang Pertanahan dan Tata Ruang DPD REI Jateng, Djoko Santoso, disela penutupan pameran Property Expo Semarang 2019 di Semarang, Minggu (14/4).

Padahal, lanjutnya, Perda RTRW yang berlaku di masing-masing kabupaten kota, diperlukan untuk pemetaan wilayah pembangunan perumahan. “Dalam perda tersebut isinya jelas. Daerah mana yang masuk lahan hijau atau konservasi, pemukiman, industri, sehingga kita mudah dalam menentukan wilayah pembangunan, khususnya agar tidak melanggar aturan yang berlaku,” tandasnya.

Pihaknya berharap persoalan tersebut bisa segera diselesaikan dan tidak berlarut-larut. Terlebih ada program 1,5 juta rumah bersubsidi yang digagas pemerintah.

“Pengembang hanya bersifat membantu dan mendukung program-program pemerintah, sehingga harusnya pemerintah yang lebih cepat menyelesaikan dan memberikan kemudahan perizinan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan dalam pengundian hadiah pameran Properti Expo Semarang Periode Januari-Desember 2018. Tercatat ada sebanyak 2.300 kupon, yang diundi. Sedangkan nilai transaksi sepanjang pameran di 2018 tersebut, tercatat mencapai 234,8 miliar. Rix

DIUNDI – Proses pengundian hadiah pameran Properti Expo Semarang Periode Januari-Desember 2018, yang digelar disela penutupan pameran Property Expo Semarang 2019 di Semarang, Minggu (14/4).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *