JAKARTA – Membangun kreativitas di dalam bisnis barbershop, Chief Company untuk yang ketiga kalinya menggelar ajang Barberlyfe Indonesia vol.3 “Electrifying Experiments” di Usmar Ismail Hall Jakarta, Kamis (11/4). Dua barber internasional, Alan Beak (Inggris) dan Yanto Sani (Singapura). hadir untuk berbagi pengalaman mereka dalam membangun dan mempertahankan bisnis barbershop.

“Chief Company, selain terus memberikan referensi tren gaya rambut setiap tahun, juga telah menelurkan sebuah karya gebrakan kreativitas. Hasilnya, berupa buku dan film pertama serta satu-satunya  catatan sejarah peradaban pangkas rambut di Indonesia,”papar Director Chief Company Fatsi Anzani.

Dituturkan, mereka mencatat ada empat etnis, yang menjadi pelopor seni cukur rambut secara turun temurun di Indonesia. Mereka adalah suku Minang, Garut, Madura dan Tionghoa.

“Di buku dan film dokumenter ini kami mengungkap kunci keberhasilan mereka yang bertahan lintas generasi, berdampingan dengan barber muda yang mencoba bertahan di tengah kuatnya persaingan antar barber modern saat ini,“ lanjut Fatsi.

Marketing Director Chief Company, Oky Andries menambahkan menciptakan kreativitas baru dalam dunia pangkas rambut, sangat diperlukan., “Kami berharap acara ini mampu menginspirasi pelaku industri barber lain, untuk melakukan eksperimen unik lain dalam bisnis mereka, bahkan mungkin lebih dari yang Chief Company, Yanto Sani, dan Alan Beak lakukan,” tandasnya. Rls