Iklan

Benarkah? Dugaan 4 Unit Mobil Inventaris Bupati Sragen Bodong, Tim Investigasi Lakukan Penelusuran

Selasa, 01 April 2025, April 01, 2025 WIB Last Updated 2025-04-01T07:39:19Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Sragen, HarianWAWASAN- Kabar tak sedap mencuat dari Kabupaten Sragen terkait dugaan bahwa mobil inventaris milik Bupati terpilih, Sigit Pamungkas, diduga bodong atau berasal dari pasar gelap. Informasi ini beredar luas di kalangan masyarakat dan pejabat setempat sejak 27 Maret 2025 tim melakukan investigasi, (Selasa, 1 April 2025).


Menurut berbagai sumber, anggaran senilai Rp 1 miliar digunakan untuk membeli empat unit mobil, yakni:


1. Mitsubishi Pajero Sport Dakar warna putih (1 unit), 2. Toyota Fortuner Legender warna putih yang digunakan oleh istri Bupati (1 unit), 3. Toyota Fortuner VRZ warna hitam (1 unit), 4. Nissan Navara Double Cabin warna hitam (1 unit).


Mobil-mobil tersebut diduga dibeli dari berbagai wilayah, termasuk Kartosuro, Bogor, dan Sragen. Namun, investigasi yang dilakukan oleh media grup TransSATU pada 27 Maret 2025 mengungkap adanya dugaan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut memiliki status ilegal.


Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa meskipun data kendaraan bisa diverifikasi secara administratif, ia meyakini bahwa mobil tersebut bodong. “Saya tahu di mana mobil itu dibeli, bahkan saya memiliki kunci duplikatnya. Ada dugaan permainan dalam hal ini. Coba periksa nomor rangka dan mesin, karena nomor polisi aslinya sudah dilepas dan diganti dengan nomor baru yang sama dengan kendaraan milik orang lain,” ungkapnya.


Menanggapi informasi ini, tim investigasi TransSATU berusaha mengonfirmasi kebenarannya kepada orang terdekat Bupati Sragen, Hari Sapto Pramono. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari yang bersangkutan.


Beberapa saksi juga menyatakan pernah melihat kendaraan tersebut berada di Pendopo Kantor Bupati Sragen. Salah satu saksi bahkan mencoba mencocokkan kendaraan tersebut dengan milik temannya dan menemukan kesamaan yang mencurigakan.


Tim investigasi akan terus melakukan penelusuran lebih lanjut dan mengonfirmasi kepada berbagai pihak terkait demi keseimbangan berita ini. Namun, ada kemungkinan bahwa setelah pemberitaan ini tayang di media, kendaraan-kendaraan tersebut akan dipindahkan ke lokasi lain. Selain itu, jika anggaran Rp 1 miliar benar digunakan untuk membeli mobil-mobil bekas atau seken mewah tersebut, ada pertanyaan besar apakah jumlah tersebut cukup untuk mendapatkan kendaraan-kendaraan dengan spesifikasi tersebut.(TIM : Red)

Komentar

Tampilkan

Terkini